Saat anak-anak itu berusaha melihat ke dalam rumah, korban yang selama ini bekerja sebagai tukang pijat keliling di Pasar Lolowa, Atambua itu, ditemukan tertidur. Sementara pintu rumah terkunci dari dalam.
Warga sekitar yang mendengar informasi itu, kemudian membongkar pintu rumah dan melaporkan ke pihak Polres Belu.
Menurut informasi suami korban sudah meninggal dunia. Sementara ketiga anaknya tidak tinggal bersama korban.
"Di antara ketiga anaknya, dua orang merantau keluar NTT dan ada seorang anak yang tinggal di Kota Atambua, tetapi jarang kelihatan mengunjungi ibunya," ujar Yustina.
Untuk makan sehari-hari, kata Yustina, korban menjual jasa pijat keliling di Pasar Lolowa. "Uang hasil pijat itu yang dia kumpulkan untuk membeli beras," tandasnya.
Kasat Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan, ketika mendapat laporan pihaknya bersama penyidik langsung bergerak ke TKP dan melakukan olah TKP.
Akan tetapi, belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab korban meninggal. Saat ini pihaknya masih mendampingi keluarga di RSUD Gabriel Manek untuk melakukan visum luar terhadap almarhum tetapi hasilnya belum diketahui juga.
Editor : Sazili MustofaEditor Jakarta