Kunjungi Desa Komodo, Erick Thohir Harap CSR BUMN Berdampak Positif untuk Pendidikan dan Lingkungan

Dile Payong
.
Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:41 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir, menyapa murid-murid SD, saat berkunjung ke Desa Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan berdampak positif bagi pendidikan dan lingkungan hidup.  

Pernyataan itu, diungkapkan Menteri BUMN, Erick Thohir, saat membagikan momen kunjungan ke Desa Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui akun Instagramnya. 

Dalam beberapa foto yang diunggah di Instagramnya, Erick Thohir tampak berdialog dengan siswa sekolah dasar (SD) 1 Desa Komodo dan masyarakat setempat.  Seperti diketahui, Desa Komodo, Manggarai Barat, NTT menjadi salah satu kawasan yang menerima CSR dari BUMN dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungkungan (TJSL). 

Seperti diketahui, Desa Komodo, Manggarai Barat, NTT menjadi salah satu kawasan yang menerima CSR dari BUMN dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungkungan (TJSL). 

"Bertemu dengan adik-adik dan guru SDN 1 serta warga Desa Komodo, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan buah kolaborasi BUMN bersama Kementerian BUMN. Semoga bisa memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat dan lingkungan di Desa Komodo," tulis Erick, dikutip Rabu, (13/10/2021). 

Kementerian BUMN tengah memperbesar komposisi CSR BUMN untuk pendidikan dan lingkungan hidup. Pasalnya, Erick Thohir menilai alokasi CSR BUMN masih minim di dua sektor tersebut. Dari catatannya, alokasi CSR BUMN di sektor pendidikan hanya 22 persen tiap tahunnya. Sementara bidang lingkungan hidup porsinya hanya mencapai 1 persen saja. 

"CSR BUMN yang selama ini spread out-nya ke mana-mana selama ini mau saya betulkan, fokus ke pendidikan dan lingkungan hidup," ungkap Erick Thohir.

Selain porsi pendidikan dan lingkungan yang masih sedikit, Erick juga melihat penyebarannya juga masih di kawasan Jawa sentris. Padahal banyak anak-anak di luar Jawa perlu mendapatkan pendidikan yang sama. Sebab itu, dia menyebut porsi dana CSR pendidikan dan lingkungan hidup harus ditingkatkan karena bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini