Selain kerusakan bangunan, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 70 orang meninggal dunia. Sementara itu, data terkini dari Kementerian Kesehatan menunjukkan angka korban luka-luka menyentuh 1.182 orang. Wilayah Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 442 orang luka berat dan 513 orang luka ringan.
Terkait adanya selisih data korban luka antara BNPB dan Basarnas, Berton menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena perbedaan dasar penghitungan di lapangan. Basarnas berfokus pada evakuasi langsung, sementara data Kementerian Kesehatan mencakup akumulasi penanganan medis di seluruh fasilitas kesehatan.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
