Safrizal ZA dari Bencana Hidrometeorologi Sumatra ke Bencana Gempa Flores
“Jadi sejak hari pertama gempa bumi, negara sudah hadir dan berbuat di lokasi bencana. Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Ini membuktikan warga tidak sendiri menghadapi bencana,” ungkap Safrizal yang berpengalaman bekerja di wilayah bencana alam.
Pada saat upacara, Mendagri mengenakan busana adat Manggarai Timur berupa paduan kemeja putih, kain songke, selendang leros, dan penutup kepala suku Rongga. Para peserta upacara yang mayoritas Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan pakaian serupa.
Semula, Mendagri bersiap mengikuti Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara Jakarta dengan mengenakan baju adat Toraja. Namun, kemudian Tito meninjau langsung kondisi masyarakat di NTT, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri turun ke lokasi bencana.
Setelah upacara, rombongan Mendagri ke Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Dalam kesempatan itu, Tito berdialog dengan penyintas gempa serta meminta Pemda mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah NTT.
Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
"Pak Tito menyatakan kecepatannya bantuan sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," jelas Safrizal.
Editor : Suriya Mohamad Said