Wisata Belu, NTT: Pesona Alam, Budaya, dan Sejarah di Perbatasan Indonesia–Timor Leste
BELU, iNewsBelu.id - Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyimpan beragam destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta nilai sejarah kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste ini kian dilirik wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya pada musim liburan dan perayaan keagamaan.
Salah satu destinasi unggulan di Belu adalah Pantai Atapupu yang terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak. Pantai ini menawarkan hamparan pasir putih, laut biru jernih, serta panorama matahari terbenam yang memikat. Selain menjadi lokasi favorit wisata keluarga, kawasan ini juga berfungsi sebagai pelabuhan penting di wilayah perbatasan.
Wisata religi menjadi daya tarik lain di Belu, di antaranya Gua Maria Fatubenao di Kota Atambua. Lokasi ini kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, bahkan dari Timor Leste, terutama pada momentum Natal dan Paskah. Suasana yang tenang dan religius menjadikan tempat ini cocok untuk wisata spiritual.
Dari sisi budaya, Kampung Adat Tialai dan beberapa kampung adat lainnya menyuguhkan tradisi khas masyarakat Belu, mulai dari rumah adat, tenun ikat bermotif khas, hingga ritual adat yang masih terjaga. Wisatawan dapat menyaksikan langsung kehidupan masyarakat lokal yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Belu juga memiliki potensi wisata alam perbukitan dan savana, seperti kawasan Savana Haliwen yang menyuguhkan lanskap padang rumput luas dengan latar perbukitan, cocok untuk wisata fotografi dan petualangan alam.
Pemerintah daerah setempat terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui perbaikan infrastruktur, promosi destinasi unggulan, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan potensi yang dimiliki, Kabupaten Belu dinilai mampu menjadi salah satu gerbang wisata unggulan di wilayah perbatasan timur Indonesia.
Editor : Stefanus Dile Payong