Gempa Myanmar Korban Tewas Mendekati 3.000 Orang, Bau Busuk Masih Tercium di Sekitar Bangunan Runtu

MANDALAY, iNewsBelu.id - Jumlah korban tewas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada Jumat pekan lalu mendekati 3.000 orang. Angka tersebut masih mungkin bertambah karena banyak orang hilang belum ditemukan.
Sebagian besar korban berada di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar berpenduduk lebih dari 1,7 juta jiwa. Kota tersebut mengalami kerusakan paling parah. Banyak bangunan tempat tinggal yang ambruk.
Pemerintah Myanmar dalam pembaruan data korban Selasa (1/4/2025), mengungkap 2.719 orang tewas dan lebih dari 4.500 orang luka. Selain itu 441 orang masih hilang.
Tim SAR mulai bergerak ke kota-kota kecil serta perdesaan yang komunikasinya terputus akibat gempa. Jumlah korban diperkirakan terus meningkat secara signifikan setelah operasi di lokasi-lokasi tersebut berlangsung.
Para petugas berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan para korban yang kemungkinan masih hidup, meski gempa sudah berlangsung 4 hari. Masih mungkin ada keajaiban menemukan korban selamat, seperti terjadi pada Selasa kemarin.
Seorang perempuan diselamatkan dari reruntuhan bangunan di Ibu Kota Naypyidaw pada Selasa pagi waktu setempat setelah terjebak selama 91 jam.
Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar, dalam pernyataan di Facebook, mengungkap korban merupakan perempuan 63 tahun. Kondisinya sadar dan bisa berkomunikasi saat dikeluarkan dari reruntuhan bangunan.
Jumlah korban diperkirakan akan meningkat secara signifikan saat tim penyelamat mencapai kota-kota dan desa-desa yang komunikasinya terputus akibat gempa.
Lebih dari 1.000 petugas SAR dari banyak negara telah tiba di Myanmar untuk membantu pencarian. Media pemerintah Myanmar melaporkan, hampir 650 orang diselamatkan dalam kondisi hidup dari reruntuhan bangunan.
Di antara tim SAR asing yang telah memulai pencarian berasal dari India. Mereka mengais puing-puing bangunan yang hancur di Mandalay.
Seorang petugas SAR mengatakan baunya sangat menyengat sudah tercium di sekitar bangunan yang runtuh. Bau dari mayat yang membusuk akibat panas terik tercium di beberapa lokasi Mandalay.
Sementara itu di pinggiran Mandalay, krematorium bekerja keras untuk mengkremasi ratusan mayat. Pemandangan itu diperkirakan masih akan terlihat dalam bebearpa hari mendatang karena masih banyak korban yang terjebak reruntuhan.
Editor : Stefanus Dile Payong