get app
inews
Aa Read Next : Unik! Pace-Pace di Distrik Sota Papua Ukur Tinggi Badan saat Posyandu, Demi Kesehatan

Penambang Emas Diserang OTK di Pegunungan Bintang Papua, 1 Tewas 2 Luka di Leher

Senin, 14 Februari 2022 | 18:25 WIB
header img
Proses evakuasi korban penambang emas yang diserang OTK di Pegunungan Bintang Papua.Foto/ist

PEGUNUNGAN BINTANG, iNews.id  - Aksi penyerangan penambang emas di Lokasi Maining 89 Kampung Kawe Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang kembali terjadi. 

Seorang penambang tewas dan dua lainnya mengalami luka potong di leher dan dada. Korban tewas atas nama Yusrianto (39), asal Mamuju, Sulawesi Barat. Dua penambang yang dilukai parang adalah Herman (38) dan Ferdianto (27), keduanya berasal dari Mamuju, Sulbar.

Informasi di lapangan, penyerangan terjadi pada Sabtu (12/2/2022) pukul 16.00 WIT dan baru dilaporkan Minggu (13/2/2022) sekitar pukul 09.30 WIT. Ketiga korban dievakuasi dari Helipad Iwot, Tanah Merah, Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel. Kronologisnya, pukul 07.00 WIT, ketiga korban berangkat dari ke lokasi penambangan untuk mendulang emas, setibanya di lokasi mereka bekerja mendulang emas seperti biasa. Pukul 11.30 WIT, mereka tiba-tiba didatangi 4 OTK dan menegur seraya menanyakan dengan emosi siapa yang menyuruh bekerja di penambangan ini. Herman mengajak bicara baik-baik, tetapi 4 OTK tadi malah menyerang dengan parang. Semua emas hasil kerjanya diambil.

Tas berisi HP dan dompet juga disikat. Setelah itu mereka pergi ke arah lokasi maining 88 Kampung Kawe Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sekira pukul 11.40 WIT, ketiga pekerja ini menyelamatkan diri ke camp Ibu Nalis (Tuan dusun) untuk meminta pertolongan. Namun setibanya di camp ibu Nalis (tuan dusun) Yusrianto menghembuskan nafas terakhir.

Selanjutnya pukul 11.45 WIT, kejadiannya dilaporkan ke pihak hellycopter untuk mengevakuasi korban penyerangan OTK ke Tanah Merah. Hellycopter Carpedium PK-CDP dipiloti Captain Andre dan Copilot Zaki Rahman tiba di lokasi tambang emas sekitar pukul 14 WIT. Pada pukul 16.08 WIT ketiga korban yang dibawa Hellycopter Carpedium PK-CDP take off dari lokasi tambang emas menuju Tanah Merah. 

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan, kasus penyerangan sudah dimonitor. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan korban. "Prioritas penanganan korban, baik korban meninggal dunia maupun luka-luka," ujar Cahyo saat dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, TKP penyerangan ini berada di perbatasan. Lebih dekat wilayah Kabupaten Boven. 

"Kami terkendala transportasi dan komunikasi. Harus carter helikopter, itupun dari Boven," terangnya. Rute ke lokasi pun cukup jauh, harus melewati Oksibil-Jayapura-Tanah Merah, baru bisa carter helikopter.


 

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Berita iNews Belu di Google News Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut