Terbukti Bersalah, Ade Yasin Bupati Bogor Nonaktif Divonis 4 Tahun Penjara

Agung Bakti Sarasa, Koran SI
.
Jum'at, 23 September 2022 | 19:12 WIB
Sidang Ade Yasin (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG, iNewsBelu.id - Ade Yasin, Bupati Bogor Nonaktif, divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa.

Dalam kasus suap terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Jawa Barat, Ade Yasin dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Terdakwa kemungkinan akan divonis empat tahun penjara, kata Hera Kartiningsih, ketua majelis hakim PN Bandung, dalam sidang pembacaan vonis, Jumat (24/9/2022).

Ade Yasin yang hadir dalam sidang virtual tersebut juga diganjar denda sebesar Rp. 100 juta, yang merupakan tambahan dari hukuman penjara enam bulan. Selain itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menangguhkan hak politik Ade Yasin selama lima tahun setelah selesainya masa hukuman pokok.

Selain melanggar Pasal 55 Ayat (1) KUHP Pertama dan Pasal 64 Ayat (1) KUHP, Ade Yasin didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf an UU Tipikor. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung juga membahas bagaimana Ade Yasin dibebani dan diringankan.

Fakta bahwa Ade Yasin tidak dianggap mendukung upaya pemerintah memerangi korupsi dan tidak mengungkapkan penyesalan atas tindakannya dipandang sebagai beban. Ade Yasin merasa lega karena tidak pernah ditegur dan dihormati karena kesopanannya.

Inisiatif pemerintah untuk memberantas korupsi ditentang oleh terdakwa, menurut Hera.

Ratusan pendukung Ade Yasin berteriak menentang keputusan hakim saat memenuhi ruang sidang. Bahkan, banyak orang menangis. Hingga Majelis Hakim PN Bandung keluar dari ruang sidang dengan dikawal polisi, suasana di ruang sidang semakin mencekam.

Diketahui, putusan hakim lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya terhadap Ade Yasin yang divonis tiga tahun penjara.

Auditor BPK Jawa Barat menerima total suap sebesar Rp1,935 miliar dari Ade Yasin, sesuai dakwaan Jaksa KPK. Mulai Oktober 2021 hingga April 2022, pembayaran dilakukan secara bertahap.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini