Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Myanmar Korban Tewas Mendekati 3.000 Orang, Bau Busuk Masih Tercium di Sekitar Bangunan Runtu
Advertisement . Scroll to see content

Takbir Sambil Bawa Granat ke Musuh, 1 dari 4 Prajurit Kopassus Jadi Legenda di Medan Perang.

Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:16 WIB
  • author Andin Danaryati
Takbir Sambil Bawa Granat ke Musuh, 1 dari 4 Prajurit Kopassus Jadi Legenda di Medan Perang.
Para prajurit Kopassus yang menjadi legenda di medan tempur (Ilustrasi, Foto: Reuters)

4. RA Fadillah 

Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Cijantung, Jakarta Timur. RA Fadillah merupakan salah satu kapten Kopassus yang gugur saat menumpas Gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Riau pada 1958. Dia memimpin Kompi B yang mendarat di Bengkalis untuk menguasai pertahanan musuh di Lubuk Jambi, Riau, sekaligus mengamankan ladang minyak yang tersebar di Pekanbaru.  Resimen ini harus menghadapi tantangan berat dengan melintasi sungai lebar dan hutan rawa ketika diguyur hujan. Karena medan yang berat, rencana penyergapan yang awalnya direncanakan pukul 09.00 WIB urung terlaksana karena pasukan baru tiba pukul 12.00 WIB. Ketika sampai, Desa Cangar yang menjadi markas musuh telah dikosongkan. Kelompok RA Fadillah tiba-tiba bertemu dengan pasukan musuh yang berjumlah banyak. Pasukan kemudian dihujani peluru selama 3 menit tanpa henti. Angkatan Udara mengirimkan pesawat B-25 untuk memberikan bantuan tembakan udara, namun pilotnya terkena tembakan sehingga pesawat harus kembali ke pangkalan di Tanjung Pinang.  Pasukan pemberontak akhirnya bisa dipukul mundur. Namun, RA Fadillah bersama seorang prajurit Kopassus lainnya tertembak dan gugur pada 2 April 1958.
 

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut