Kapolres Belu I Gede Eka Putra mengatakan pemeriksaan tes urne yang dilakukan hari ini merupakan langkah tegas pencegahan dini sekaligus penegakan hukum di daerah rawan peredaran narkoba.
" Iya hari ini kita lakukan melakukan razia dengan melakukan pemeriksaan urine untuk semua abk kapal dan kegiatan ini kita lakukan secara mendadak dan acak," Ungakp Kapolres.
Kegiatan ini kita gelar sesuai dengan arahan kapolri untuk penguataan pengawasan dan pemberantasan narkoba ditengah masyarakat.
"Sebelum bergerak ke lokasi sasaran, seluruh personel mengikuti apel gabungan di halaman Mapolres Belu
Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya yang menyasar generasi muda.
Selain itu Suroso kepala BNNK Belu menjelaskan, operasi difokuskan pada lokasi yang terindikasi berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan maupun transaksi narkoba, terutama narkotika jenis sabu dan obat-obatan keras berbahaya atau okerbaya.
Pemeriksaan dilakukan secara selektif, terukur, dan humanis dengan tetap berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP).
"Terhadap pengguna yang terindikasi, dilakukan pemeriksaan serta asesmen sesuai ketentuan untuk pertimbangan rehabilitasi. Namun terhadap bandar, pengedar, kurir, maupun penyedia jaringan, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan profesional," Katanya.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan di ketiga kapal tersebut menunjukkan tidak adanya hasil tes urine positif narkoba.
Petugas juga tidak menemukan barang bukti ilegal lainnya selama operasi berlangsung.
Meski demikian, operasi semacam ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi penyalahgunaan narkotika dapat diantisipasi sejak dini.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
