Gempa Susulan Masih Menguncang Flores 2.000 Warga Mengungsi

Tim iNews / Dile Payong
Ribuan warga mengungsi di mbay Kabupaten Nagekeo.( Foto.Istomewa).

Berdasarkan pemutakhiran data yang diperoleh iNews hingga pukul 12.30 WIB, korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Sikka tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang, dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa NTT ini juga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum.

Data sementara mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan. Sebanyak 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan di Manggarai juga mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 23 rumah mengalami rusak berat. Sementara di Kabupaten Nagekeo, dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan.

Dua fasilitas ibadah di Nagekeo juga mengalami kerusakan ringan, sedangkan lima kantor pemerintahan terdampak. Kondisi terkini, arus lalu lintas di wilayah tersebut mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.

Sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan.

BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait langsung mengarahkan warga di wilayah pesisir menuju tempat yang lebih tinggi dan aman.

Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut, tidak ditemukan lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.31 WIB.

Gempa utama berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer. Lokasi tersebut berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan sekitar satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, dan Kota Bima. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Pascagempa utama, sedikitnya empat gempa susulan tercatat dengan magnitudo antara M 5,5 hingga M 6,2. Seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Editor : Stefanus Dile Payong

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network