Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi selama 63 detik.
Pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, PVMBG meminta masyarakat di sekitar kawasan gunung api serta wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun informasi resmi dari pihak berwenang. Selain itu, warga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
Selain ancaman abu vulkanis, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terutama daerah yang berada di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak gunung, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
