Berdasarkan hasil identifikasi dan investigasi sementara, tujuh dari 61 WNI tersebut diketahui pernah melakukan aktivitas serupa di Kamboja. Setelah jaringan kejahatan di Kamboja tersebut runtuh, ketujuh orang itu melarikan diri ke Timor-Leste.
" Dari hasil pemeriksaan ke 61 warga negara Indonesia tersebut memasuki wilayah Timor-Leste pada Januari dan Februari 2026, dan sebagian lainnya sudah menetap di Timor-Leste selama dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan," katanya.
Dari operasi tangkap tangan tersebut, aparat kepolisian Timor-Leste menyita berbagai barang bukti seperti 66 perangkat passport, perangkat jaringan internet Starlink, telepon seluler, laptop, dan peralatan elektronik lainnya yang diduga digunakan untuk melakukan kegiatan judi online dan scamming centre.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
