MAUMERE, iNewsBelu.id - Seorang guru agama Katolik di Kabupaten Sikka, Marselinus Atapuken, mengaku diusir dan dimaki dengan kata-kata kasar oleh oknum pejabat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Insiden tersebut terjadi saat guru SMP Negeri Kewapante ini hendak menyerahkan berkas pengaktifan data di portal Simpatika, Selasa, (4/8/2026).
Marselinus menjelaskan, kedatangannya ke Kantor Kemenag Sikka sedianya untuk mengantar berkas formulir S28A sebagai syarat pengaktifan data guru semester ini.
Namun, saat berada di ruangan Seksi Pendidikan Agama Katolik, ia justru dipanggil oleh Kepala Seksi dan ditanya terkait persiapan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) beberapa waktu lalu.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
