Diwarnai Adu Mulut Lapak Liar Seputaran Pasar Baru Atambua di Bongkar Paksa Petugas Disperindag
ATAMBUA,iNewsBelu.id - Diwarnai aksi adu mulut dengan petugas ratusan lapak pedagang kaki lima di Samping Pasar Ikan dan sepanjang bahu jalan pasar rakyat kota Atambua Kabupaten Belu NTT terpaksa di bongkar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten belu dan Satpol PP. Penertiban ini dilakukan sebagai bentuk penataan kota agar menjadi lebih baik dan terhindar dari kemacetan.
Ratusan lapak pedagang kaki lima yang menempati bahu jalan dan area lahan kosong samping pasar ikian dan daging hari ini di bongkar paksa oleh petugas. meskipun sempat mendapat perlawanan dari para pedagang namun tidak menghentikan langkah para petugas untuk membongkar semua bangunan lapak.
Para pedagang yang tidak terima dengan pembongkaran ini melalkukan aksi protes dan sempat terjadi adu mulut dengan para petugas para warga ini menolak untuk di pindahkan ke dalam pasar karena minim pembeli dan mereka merasa merugi.
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Belu Vincent. K. Laka mengatakan pembongkaran ini karena suasana pasar semakin hari semakin semerawut dan menyebabkan antrian panjang karena para pedagang berjualan di pinggir jalan, oleh karena itu kita berkomitmen dengan dibantu satuan Polisi Pamong Praja kita lakukan pembongkaran hari ini dan unutk semua pedagang akan kita pindahkan ke dalam pasar karena banyak lapak yang kosong jika tida bisa menampung maka kita akan bagi sebagaian ke pasar rakyat lolowa.
"Iya hari ini kita lakukan pembongkaran awal di lokasi samping pasar ikan ini dan para pedagang akan kita pindahkan ke dalam lapak pasar yang sudah dibangun, jika tidak menampung kita akan pindahkan sebagian lagi ke pasar lolowa," Ungkap Vincent.
Kita menerima banyak keluhan dari warga bahwa pasar semakin hari semkain semerawut maka saya akan tertibkan ini demi kebaikan bersama dan sebelum kita lakukan penertiban kita sudah jauh hari melakukan pengumuman dan pertemuan bahwa semua angunan lapak yang di luar pasar wajib di bongkar.
Selain itu menurut Dominikus slaah satu pedagang sayur mengatakan kami dukung pemerintah kalo mau tertibkan pedagang di luar pasar maka harus namun harus tegas agar para pedagang ini masuk semua kedalam jangan pilih kasih karena kalo semua jualan di dalam maka para pembeli wajib masuk kedalam namun kalo masih ada yang jual di luar maka kami yang sudah di dalam ini merugi karena orang sudah belanja di pinggir jalan mereka tidak akan masuk lagi kedalam oleh karena itu kalo mau tertib semua pedagang harus masuk kedalam pasar baru.
"Kita sebagai pedagang kita sangat dukung kebijakan pemerintah yang baik, namun harapan kita harus tegas jangan pilih kasih karena setiap kali penertiban hanya sehari saja tapi esok pedagang keluar jualan lagi diluar, karena kalo pedanag jualan diluar maka kami yang di dalam sini merugi karena para pembeli tidak akan masuk kedalam lagi kalo sudah beli diluar pasar," Ujarnya.
Meskipun sempat mendapat perlawanan namun semua bangunan liar selesai di bongkar paksa oleh petugas dan di pindahkan ke dalam lokasi pasar baru yang sudah sekian lama dibangun namun tidak ditempati oleh penjual dan pedagang.
Editor : Stefanus Dile Payong