Jumat Agung! Pembaharuan Iman Narapidana Lapas Atambua Gelar Ritual Penyaliban Yesus Kristus
Kesedihan yang mendalam dan tangis air mata keluar dari maria ibu kandung yesus saat melihat anaknya disiksa dan memanggul kayu salib yang begitu berat ini merupakan perjumpaan terakhir antara Yesus dan Bunda Maria. di bukit golgota Yesus akhirnya disalib di tiang salib dan pada hari ketiga setelah kematian Yesus bangkit hari kebangkitan Yesus diperingati sebagai hari Paskah.
Romo Yohanes Lae Pr Pastor rekan Poroki Tukuneno mengatakan jalan salib ini diperankan oleh para narapidana di Lapas Kelas IIB Atambua dengan di dukung juga oleh kantor kementrian Agama Kabupaten Belu dan mereka sangat bagus memerankan kisah sengsara Tuhan ini bertujuan untuk memperbaharui diri dan iman para umat terutawa warga binaan yang ada di dalam lapas ini. Kita semua tau disaat sekarang banyak kaum muda sudah mulai lupa dengan kisah sengsara Tuhan dikarenakan perubahan zaman dan perkembangan dunia digital saat ini oleh karena itu melalui drama kisah sengsara Tuhan hari ini kaum muda bisa kembali memperbaharui iman sehingga melalui kisah perjalanan sengsara Tuhan Yesus para kaum muda bisa menjadi contoh yang baik bagi diri keluarga dan masyarakat.

"Dramatisasi kisah sengsara Tuhan yang dilakukan hari ini bertujuan untuk pembaharuan iman umat terutama para warga binaan, , karena saat ini dengan perbahan zaman banyak sekali para orang muda mulai lupa dan bahkan ada yang menjauhkan diri dari gereja, maka dengan di pentaskan drama penyaliban Tuhan pada hari ini orang muda bisa kembali menata imannya dan mau hidup lebih baik unutk diri sendiri, kelurga dan masyarakat," ungkap Romo Yohanes Lae Pr.
Dirinya juga menambahkan semoga dengan drama jalan salib yang di pentaskan hari ini dapat menggugah hati umat manusia di paroki ini agar terus hidup berdampingan dan saling memaafkan karena dalam diri yesus kristus yang tidak bersalah namun rela menyerahkan dirinya unutk disalibkan demi menyelamatkan umat manusia.
"Kita berharap para umat bisa memaknai kisah sengsara Tuhan dalam kehidupanya sehari - hari karena dengan begitu maka akan selalu terciptanya kerukunan dan kedamaian ditengah masyarakat," katanya.
Selain itu Christo warga binaan lapas kelas IIB Atambua selaku pemeran Yesus kristus menambahkan saya sangat berterimakasih kepada para umat khususnya para bapa ib pembina di lapas ini dan juga semua narapidana yang terlibat dalam kegiatan drama jalan salib Tuhan hari ini mari kita memaknai kisah sengara Tuhan kita Yesus kristus yang rella mati menebus salah dan dosa kita meskipun dia tidaj bersalah oleh karen ini dengan momen ini kita belajar memanggul salib kita masing - masing sebagai bentuk pembaharuan diri untuk pertobatan kita dan menjadi lebih baik kedepannya.
Selain itu para umat sekalian dapat memaknai jalan salib ini dalam keseharian hidup ditengah masyarakat karena dalam kisah sengsara Tuhan ini kita dapat diajarkan bagaimana menajdi pribadi yang sabar dan memaafkan atas kesalahan orang lain tehadap diri kita, jika ini kita lakukan maka dengan sendirinya akan selalu terciptanya kerukunan antar sesama kita.
Editor : Stefanus Dile Payong