Viral Oknum Berseragam Satpol PP di Sumba Timur Pukul Warga karena Melanggar PPKM Level 4

Dion Umbu Ana Lodu
.
Jum'at, 30 Juli 2021 | 20:21 WIB
Tangkapan layar oknum petugas Satpol PP Kabupaten Sumba Timur, NTT menghukum warga yang melanggar PPKM level 4 dan memukulnya. (Foto: MNC Portal/Dionisius Umba)

SUMBA TIMUR, iNews.id – Beredar video oknum berseragam Satpol PP bertindak arogan terhadap warga yang melanggar PPKM Level 4 di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam video yang viral di media sosial itu, tampak oknum berseragam Satpol PP memukul dan memberikan sanksi push up kepada warga.

Video tersebut viral setelah diunggah oleh acoount Andi Lukas di media sosial Facebook hingga menuai kecaman netizen. 

Menanggapi video viral tersebut, Satpol PP Pemkab Sumba Timur langsung menyelidiki dan menngamankan oknum petugas yang bertindak arogan itu. 

“Yang bersangkutan ternyata sejak lama dikenal memiliki gangguan mental atau terkategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dalam menjalakan aksinya itu tidak pula atas arahan pimpinan Sat Pol PP maupun kecamatan,” katanya, Jumat (30/7/2021). 

Dia mengatakan, tindakan arogansi oknum Satpol PP itu sangat tidak dibenarkan apa pun alasannya termasuk penerapan PPKM level 4.

“Dia melakukan tindakan tanpa ada perintah dan arahan dari kami Sat Pol PP maupun Kecamatan. Yang bersangkutan atas inisiatif sendiri,” katanya. 

Gollu Wola mengaku sangat menyesalkan peristiwa itu, terlebih sudah menyebar luas di media sosial. 

“Sangat disesalkan, karena tersebar dan cemarkan insitusi karena saat melakukan tindakannya mengenakan atribut Pol PP, dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan atas kehendak sendiri,” ujarnya.

Perilaku tidak terpuji DN sebenarnya hendak diproses hukum. Namun karena yang bersangkutan sejak lama dikenal mengalami gangguan mental, maka tidak diproses hukum.  

Pelaku hanya diberikan surat peringatan dan menandatangani dan membacakan pernyataan permohonan maaf yang juga akan disebarkan di media sosial.

Kami pastikan kami dari Pol PP selalu kedepankan tindakan persuasif dan humanis dalam penegakan penerapan PPKM. Tidak pernah ada oknum kami yang lakukan kekerasan dan kami tidak pernah mengarahkan untuk lakukan kekerasan kepada anggota,” kata Gollu Wolla.

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini