get app
inews
Aa Read Next : Genap Berusia 78 Tahun Ini Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Beginilah Fakta-fakta Sejarah Pertempuran 10 November 1945

Kamis, 10 November 2022 | 12:34 WIB
header img
Salah satu suasana pertempuran Surabaya. Rakyat bersama pejuang Surabaya (arek-arek Suroboyo) sedang menghadapi tentara Sekutu. FOTO/Indonesian Press Photo Service/ANRI

JAKARTA, iNewsBelu.id  - Pertempuran 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur menjadi dasar penetapan Hari Pahlawan

Perang perdana setelah Proklamasi Kemerdekaan RI itu yang berlangsung selama 3 pekan (27 Oktober-20 November 1945) menyebabkan sekitar 20.000 rakyat Indonesia gugur. Berikut ini fakta-fakta pertempuran 10 November 1945:

1. Tewasnya Jenderal Mallaby Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dipicu tewasnya perwira kerajaan Inggris, Jenderal Mallaby. 

Pada saat itu tentara sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby datang ke Surabaya untuk melakukan aksi seremonial dan berjalan ke berbagai sudut kota untuk melihat situasi yang sedang terjadi. Namun nahas, Jenderal Mallaby tewas pada akhir 30 Oktober 1945 karena mobil yang digunakan hangus terbakar. 

Namun terkait kematian perwira Inggris itu masih menjadi perdebatan karena banyaknya berita simpang siur yang tersebar. Ada yang menyebut bahwa ia meninggal karena ditembak, tapi ada juga yang mengatakan bahwa meninggalnya Mallaby karena granat dari anak buahnya yang berusaha melindungi.

2. Inggris Menyerbu Penjara 

Pasukan Inggris menyerbu penjara Kalisosok dan membebaskan orang Belanda yang ditangkap oleh pejuang kemerdekaan. Tentara Inggris mulai berontak terhadap perjanjian sebelumnya. Pada 27 Oktober 1945, Inggris menuntut dan mengancam seluruh penduduk Surabaya untuk mengembalikan semua persenjataan dan perlengkapan militer kepada Inggris.
 

3. Serangan Darat, Laut, dan Udara 

Inggris menggempur Kota Surabaya pada 10 November 1945 pagi dengan mengerahkan segenap daya dan upayanya, dari darat, laut, dan udara. Serangan pertama ini menimbulkan banyak korban, terutama di kalangan penduduk sipil. Warga dari berbagai penjuru langsung meresponnya. Seorang pemimpin dalam komunitas nonmiliter, KH Hasyim Ashari dengan Resolusi Jihad-nya membangkitkan semangat kalangan santri untuk melawan sekutu. Pemuda, santri, pedagang, petani, mahasiswa, dan berbagai kalangan lainnya tampil dengan penuh keberanian untuk mempertahankan kemerdekaan negara.

4. Bung Tomo, Pembangkit Semangat Juang Rakyat 

Bung Tomo hadir sebagai tokoh penting dalam Pertempuran Surabaya melawan sekutu pada 10 November 1945. Dalam pertempuran yang terjadi, Bung Tomo terus mengobarkan semangat kepada mereka yang sedang melawan penjajah. Dalam pidatonya, dia menggunakan bahasa yang emosional dan kuat untuk mendorong warga sipil dan tentara untuk mengambil sebuah tindakan bagi bangsanya. "Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!" kata Bung Tomo untuk membakar semangat rakyat Surabaya.


Artikel ini telah diterbitkan di  SINDOnews.com  dengan judul "Fakta-fakta Pertempuran 10 November 1945"

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut