get app
inews
Aa Read Next : Miris, Gegara THR Belum Cair, Dua Oknum Anggota DPRD Ngamuk hingga Rusak Fasilitas Kantor

Karena Hal Sepele, Aksi Oknum Pejabat Arogan Jadi Viral

Senin, 26 September 2022 | 10:09 WIB
header img
Aksi koboi oknum pejabat arogan harus segera dihentikan. FOTO/WAWAN BASTIAN

Sejumlah kasus yang memperlihatkan arogansi di ruang publik ini sedikit memberikan gambaran bagaimana sesungguhnya perilaku oknum pejabat kita. Oknum-oknum ini pula lah yang kemudian membuat masyarakat tidak jarang memberikan stempel buruk terjadap pejabat. Maklum, masyarakat kini sudah muak dengan aksi korupsi yang melibatkan pejabat mulai dari pejabat pusat, pejabat daerah, anggota dewan, bahkan hingga penegak hukum. Tak salah pula rasanya apabila masyarakat menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan uneg-uneg jika melihat ada pejabat yang berperilaku tidak pantas. Bagi para pejabat, peristiwa semacam ini hendaknya menjadi pelajaran bahwa perilaku mereka akan selalu menjadi perhatian di mana pun berada. Tak hanya di area publik, di area privat pun bisa jadi bahan pergunjingan apabila dianggap melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dari aksi-aksi koboi ini oknum pejabat ini pula kita semestinya bisa mengambil hikmah bahwa bagaimanapun kesalahan orang di ruang publik, ketidakteraturan, bahkan perbuatan tidak menyenangkan pun semestinya bisa disikapi dengan santun dan santai. Di sinilah perlunya sikap lebih dewasa, menghargai, legawa, dan saling menghormati diterapkan di ruang publik.

Toh, jika pun terpaksa meluapkan emosi tatkala ada yang perlu dibenahi di ruang publik mestinya bisa dipilah, apakah mereka itu melakukannya untuk kepentingan masyarakat banyak atau hanya kepentingan sendiri? Mesti diingat juga bahwa luapan emosi di sini bukan berarti dibenarkan main fisik. Harus diutamakan tegas namun terukur tanpa menyakiti orang lain. Bagaimanapun tindakan tidak menyenangkan baik itu berupa verbal maupun kontak fisik termasuk pelanggaran dan bisa dikenai pidana. Memang, masih ada jalan lain berupa mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian, namun tak jarang pula yang berlanjut proses hukumnya. Dengan demikian, sekali lagi harus ditegaskan bahwa apapun alasannya, tindakan sewenang-wenang baik itu dilakukan oleh pejabat maupun masyarakat umum sama sekali tidak dibenarkan. Arogansi tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi justru, dengan bersikap arogan, seorang pejabat publik ibarat tinggal menunggu waktu ditinggalkan konstituennya. Jika sudah begini, citra seorang pejabat yang dibangun susah payah akan terhapus secepat kilat dengan perilaku tak elok yang dilakukan sesaat karena menuruti emosi diri. Maka, kita berharap ke depan tidak ada lagi aksi koboi dan sok jagoan yang diperlihatkan pejabat negara demi terciptanya iklim bermasyarakat yang kondusif. Ingat, masyakat sudah cukup muak dengan aneka berita korupsi yang menyeret oknum pejabat di negeri ini. Jangan ditambah lagi dengan aksi tak terpuji di ruang publik.

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Senin, 26 September 2022 - 08:51 WIB oleh Koran SINDO dengan judul "Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik | Halaman 2". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://nasional.sindonews.com/read/895277/16/oknum-pejabat-arogan-jaga-emosi-di-ruang-publik-1664154585/10

 

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut