get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Orang Tewas Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara Flores Timur Puluhan Rumah Dibakar

Melestarikan Tradisi Flores Timur, Etnis Lamaholot Pentaskan Tari Perang di Karnaval Belu 2026

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:18 WIB
header img
Tari Hedung dan Tari Dolo-Dolo di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste pada Kamis (13/8/2026). ( FOTO : iNews TV / Evan Payong.)

ATAMBUA, iNewsBelu.id — Menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Etnis Lamaholot Kabupaten Belu menggelar atraksi budaya dengan menampilkan tarian perang, Tari Hedung dan Tari Dolo-Dolo di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste pada Kamis (13/8/2026).

Ketua Paguyuban Lamaholot Kabupaten Belu, Gaspar Kelen, menyampaikan bahwa pementasan tarian perang asal Flores Timur tersebut menjadi sarana penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi leluhur di hadapan publik, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbatasan negara.

Tari Hedung dan Dolo-Dolo secara historis merupakan tarian penghormatan yang dipentaskan untuk menyambut para pahlawan atau ksatria yang kembali dari medan pertempuran membawa kemenangan. Menurut Gaspar, nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan sifat pantang menyerah yang tersirat dalam tarian tersebut sangat relevan untuk dibawakan dalam momentum Parade Kebangsaan menyambut kemerdekaan Indonesia.

Seiring berkembangnya zaman, fungsi tarian tradisional ini mengalami pergeseran secara positif. Atraksi yang dahulunya khusus diperuntukkan bagi penyambutan prajurit perang kini menjadi seni pertunjukan populer yang kerap ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu penting, perayaan pentas seni, pernikahan adat, hingga penahbisan imam Katolik baru.

Gaspar menegaskan bahwa seluruh warga perantauan Lamaholot di Atambua—yang mencakup masyarakat bersuku asal Flores Timur daratan, Pulau Adonara, Solor, hingga Lembata—tetap memiliki komitmen kuat untuk memegang teguh identitas serta tradisi budaya mereka di tengah laju modernisasi. Pementasan pada karnaval kebangsaan ini juga difungsikan sebagai wadah promosi kebudayaan agar kekayaan seni Lamaholot semakin dikenal luas oleh masyarakat umum.

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut