Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Waduh! Mantan Menteri Pertanian di Jebloskan KPK ke Lapas Sukamiskin
Advertisement . Scroll to see content

Waduh! Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Mentan Minta Maaf

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:59 WIB
  • author Iqbal Dwi Purnama
Waduh! Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Mentan Minta Maaf
Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: MPI)

Mentan menyebut ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok menjadi mahal.

"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," kata Mentan.

Menurutnya, hal ini memang bukan tantangan yang yang kecil, sehingga pemerintah daerah perlu menguatkan produktivitas pertanian.

Sehingga dampak yang bakal dialami dari adanya konflik global tidak terlalu parah.

Bukan hanya Gandum, masalah lain yang datang akibat konflik global tersebut adalah tersendatnya pasokan pupuk ke Indonesia.

Terlihat saat ini Indonesia juga menjadi importir pupuk dan Rusia maupun Ukraina.

"Di Ukraina dan Rusia juga pemasok pupuk terbesar dunia, karena ada posfat, kalium yang terbesar, dan harga naiknya pupuk di dunia 3 sampai 5 kali lipat dari harga sekarang karena persolan konektivitas yang tidak tidak berjalan normal," jelas Mentan.

Untuk masalah ini, Mentan meminta petani maupun akademisi untuk memanfaatkan pupuk organik.

Sebab adanya konflik tersebut bakal membuat harga pupuk menjadi mahal.

"Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk subsidi," lanjut Mentan.

"Semua kearifan lokal, misalnya air dicampur terasi, dicampur doa ternyata hasilnya bagus, kita coba pikir seperti itu, saya berharap cara memupuk harus kita perbaiki, harus bisa, jangan tunggu pupuk turun, yang ada di dunia adalah krisis pupuk," pungkas Mentan.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut