Kepulangan Atlet PON XX Dipantau Ketat, Menko Airlangga: Yang Terpapar Covid-19 Diisolasi Dulu

Dile Payong
.
Senin, 11 Oktober 2021 | 05:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian , Airlangga Hartarto menyampaikan mekanisme kepulangan atlet PON XX Papua 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19, Minggu (10/10/2021). (Foto: dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Ajang olahraga terbesar se-Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tetap berlangsung di Papua meski pandemi Covid-19 masih belum sirna dari tanah air. Beberapa atlet dan ofisial pun ada yang terpapar sehingga Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerapkan mekanisme pencegahan penyebaran terstruktur bagi kontingen yang hendak pulang. 

Sudah dua pekan gelaran PON XX 2021 berlangsung di bumi Papua. Sejumlah atlet yang sudah kelar bertanding pun bisa segera pulang ke daerahnya masing-masing.

Namun, atlet dan ofisial tiap kontingen tidak bisa pulang langsung begitu saja. Mereka harus menerapkan mekanisme kepulangan yang diterapkan pemerintah agar tidak menyebarkan virus Covid-19 di daerah asalnya.

Perlu diketahui, belum lama ini ada sejumlah atlet dan ofisial PON XX yang terjangkit Covid-19. Pada Sabtu (9/10/2021), dilaporkan ada 45 atlet yang terpapar virus tersebut. Namun menurut perkembangan terbaru, 9 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Oleh karena itu, Menko Airlangga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) membahas evaluasi pengaturan protokol kesehatan pemulangan peserta PON XX Papua. Dia meminta secara khusus pada Menteri Pemuda Olahraga, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, dan Ketua Satgas Covid-19 untuk bekerja sama mengawasi peserta PON yang masih berada di Papua. Menurutnya, isolasi selama lima hari wajib dilakukan pada mereka setelah acara penutupan PON pada Jumat (15/10/2021). 

"Menkes agar menugaskan tim untuk tetap mengawasi atlet yang masih berada di Papua, dan tetap merawat jika ada atlet yang terpapar Covid-19, harus diisolasi dulu di Papua dan melakukan tes sampai hari ke-5," ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan PON XX 2021, secara virtual, di Jakarta, Minggu (10/10).

"Ini akan berlaku sampai H+5 setelah Penutupan PON, termasuk untuk Kapal Isoter yang ada di Papua. Menhub agar tetap menugaskan sampai H+5,” ucapnya lagi. 

Tidak lupa para atlet dan ofisial wajib melakukan tes PCR sebelum terbang dari Papua. Setelah mendarat di tujuan, PCR kembali dilakukan kembali.

Para atlet dan ofisial harus bersabar sebelum bertemu sanak keluarga sesampainya di tanah kelahiran. Pasalnya mereka harus dikarantina mandiri selama 5 hari di lokasi yang disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing. Bila Pemda tidak menyediakan, maka Satgas Covid-19 Pusat akan bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Daerah serta KONI Daerah untuk menyiapkan area isolasi. 

Menko Airlangga juga meminta kerja sama pada pihak Kasatgas Covid-19, TNI dan Polri agar tetap melakukan pengawasan di sejumlah pertandingan PON yang masih berlangsung. Khususnya, cabang olahraga sepak bola, basket, tinju, dan voli yang menimbulkan kerumunan penonton di tempat digelarnya pertandingan.

“Terkait pertandingan-pertandingan (tersisa) harus benar-benar diperhatikan penyelenggaraan dan penerapan prokesnya. Kemudian, tempat tinggal para atlet juga harus tetap diawasi," jelas Airlangga. 

"Dikarenakan dalam 1 kamar diisi beberapa orang atlet, maka jika ada salah satu yang terpapar, harus segera ditempatkan ke lokasi isolasi terpusat, dan teman-teman sekamarnya juga segera dites dan dilakukan tracing kontak erat,” tutupnya.

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini