ADONARA, iNewsAlor.id - Buntut akibat lahan sengketa yang hendak dijadikan lokasi Kopdes Merah Putih Dua Desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. NTT bentrok mengakibatkan puluhan rumah di desa Narasaosina hangus di bakar masa dari desa Waiburak.
Dari informasi yang di terima konflik berawal dari pembersihan lokasi oleh warga dusun Bele, Desa Waiburak untuk di bangun Koperasi Desa Merah Putih, namun di hentikan oleh masyarakat dari Desa Nara Saosina. Sempat dilalukan mediasi oleh Bupati Fores Timur namun tidak ada penyelesaian, hingga berujung pada konflik tadi pagi.
Selain puluhan rumah warga yang di bakar adapun korban luka terkena panah dan tembakan senapan angin dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka.
Selain itu menurut tokoh adat dusun Bele, Haji Imam Goran konflik ini bermula dari pembersihan lahan di dusun Bele untuk pembangunan kopdes Merah Putih, namun tiba- tiba muncul beberapa warga dari desa Narasaosina dan menghentikan proses pembersihan lahan dengan mengatakan kalo mau aman maka hentikan dulu pembangunan kopdes merah putih, selang beberapa hari muncul lagi beberapa warga yang melakukan pembersihan lahan di sekitar pemukiman warga yang terkesan sangat memicu keributan.
"Iya situasi konfil ini bermula dari pembersian lahan pembangunan kopdes merah putih, sempat dilakukan mediasi oleh oleh pemerintah deerah namun belum ada penyelesaian hingga berujung konflik hari ini," katanya.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan saat ini personel polisi dan TNI telah diterjunkan ke lokasi guna mencegah konflik semakin meluas.
"Anggota sudah diterjunkan ke lokasi," Ujarnya.
Meskipiun saat ini situasi sudah kembali kondusif namun puluhan personil TNI Polri masih disiagakan di lokasi konflik.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
