“Nanti akan ketahuan, yang mengiming-imingi mereka itu siapa kalau perorangan siapa bisa disebut, kalau perusahaan ya perusahaan apa ya, sampai mereka disana bekerja di mana, orang Indonesia nya siapa,” tandasnya.
Dari hal tersebut, Benny mengharapkan kedepannya dapat memberikan efek jera bagi para pekerja migran lainnya untuk lebih berhati-hati. "13 orang, sedangkan di hari Jumat sebanyak 12 (orang), total sudah 39,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Benny menuturkan pihaknya berkolaborasi penuh dengan berbagai instansi pemerintahan lainnya seperti Kementerian Sosial dan Bareskrim.
“Intinya Bareskrim sudah turun tangan (menyelidiki) dan tentu kita memberikan dukungan penuh,” tandasnya.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
