Lebih lanjut Anam menuturkan, nantinya cell dump tersebut akan menentukan HP siapa saja yang berada di titik terdekat lokasi kematian Brigadir J. Hal itu berdasarkan penentuan titik lokasi ponsel setiap orang dalam jangkauan area tertentu.
Dengan demikian, kata Anam, adanya data dari cell dump tersebut akan memperkuat Komnas HAM dalam membongkar siapa saja orang yang terlibat dalam insiden yang menyebabkan Brigadir J meninggal dunia tersebut. Termasuk, menilik keberadaan Bharada E, Irjen Ferdy Sambo serta istrinya.
"Menentukan siapa saja yang ada di area itu walaupun ada banyak klaster penjelasan detailnya. Tapi cell dump secara sederhana untuk melihat HP siapa saja yang ada di situ," ungkapnya.
"Makanya tadi itu yang kertas panjang itu (cell dump), itu hasil cell dumpnya mereka. Apakah kami cuma dikasih itu? Tidak, kami juga dikasih raw (bahan mentah) materialnya. Jadi ditarik itu banyak banget nomer HP dan sebagainya di empat titik," sambungnya.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
