get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecewa pada Pemerintah, Massa Buruh Bakar Spanduk Bergambar Jokowi

Tidak Dialiri Air, Jagung yang Ditanami Presiden Joko Widodo di Food Estate Fatuketi Gagal Tumbuh

Selasa, 26 April 2022 | 17:28 WIB
header img
Inilah foto tanaman jagung yang di tanami presiden Jokowi 1 bulan yang lalu.

ATAMBUA, iNews.id - Bibit jagung yang ditanami Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertanian, dan Gubernur NTT di lokasi Food Estate desa Fatuketi Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur seluas 53 hektare pada 24 Maret 2022 lalu tidak tumbuh alias gagal total.

Gagalnya lahan ini dikarenakan  jagung yang ditanam Presiden Jokowi itu tidak disirami dan dibiarkan mati setelah tumbuh.

 

 

Pantauan iNews langsung dilokasi perkebunan Desa Fatuketi Selasa (26/4/2022) lahan seluas 7 hektare yang ditanam Presiden Jokowi secara simbolis itu tidak di tumbuhi satu pohon jagung alias gatot.

 

Yang terlihat kecuali rumput Gulma yang tumbuh subur.

 

Maria Fatima, salah satu petani yang ditemui di lokasi food estate Desa Fatuketi blok C, menyampaikan jagung yang ditanam Presiden Joko Widodo semua mati karena tidak pernah disiram. Bahkan air dari bendungan rotiklot yang digunakan untuk penyiraman menggunakan Springkle hanya mengalir saat ada presiden setelah Presiden pulang, air tersebut tidak pernah mengalir lagi.

" Iya jagung semua mati karena tidak pernah disirami air, air hanya mengalir saat kunjungan Presiden setelah itu airnya macet hingga hari ini," ungkap Fatima.

 

Fatima juga menambahkan, untuk mengelabui ini dinas Pertanian Kabupaten Belu terasering sehingga terlihat ada aktifitas di lokasi ini.

 

 "Jagung yang ditanam bapak Presiden Jokowi tumbuh tetapi mati. Itu karena tidak ada air untuk siram dan hari ini Selasa 26 April baru ada air di springkle itu. Pak bisa lihat sendiri," tukas Maria.

 

Setelah bapak Presiden Jokowi kembali Dinas Pertanian Belu datang untuk lihat jagung yang ditanam tetapi tidak ada air juga. 

 

Lebih jauh, Maria katakan pada musim tanam Oktober 2021 hingga Maret 2022, lahan miliknya bersama seluas 6 hektar menghasilkan 18 ton. Tetapi setelah Presiden tanam lagi malahan jagung itu tidak tumbuh.  

 

"Kami mengharapkan air dari bendungan Rotiklot mengalir stabil sehingga semua petani bisa menanam jagung lagi. Kalau air tersebut mengalirnya macet bagaimana petani jagung ini bisa kerja," ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Desa Fatuketi Markus Taus, juga  menyampaikan bahwa ia juga heran setelah Presiden Joko Widodo tanam jagung simbolis dan kembali ke Jakarta, dinas pertanian tidak lanjutkan penanaman jagung. Padahal lahan yang dipersiapkan sebanyak 23 hektare. Ia juga heran air tidak ada untuk siram jagung tersebut", ujar Markus.

 

Markus juga bertanya, mengapa tidak ada lagi rapat secara menyeluruh seperti awal penanaman jagung pada Oktober 2021 lalu.

 

Dengan gagalnya jagung yang ditanam Presiden Jokowi, siapa yang mau lanjut menanam. Apakah Pemkab Belu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Dinas Pertanian, atau pemdes fatuketi. Kalau bisa ya adakan rapat bersama setelah pak Presiden kembali. Sehingga pola penanaman diperbaiki dan menjawab tantangan presiden untuk perbesar Food Estate Belu seluas 500 hektare," tukas Markus.

 

" Sebab itu janji para pejabat di Belu sini untuk memperluas lahan jagung sebesar 500 hektare juga sesuai keinginan pak Presiden Jokowi Ke sebagian wilayah Belu," tutup Markus.

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut