1.725 Paker Sembako Bantuan Presiden Tiba di Maumere, untuk Warga Terdampak Gempa Dasyat Flores
Bantuan tersebut merupakan bagian dari rencana distribusi 50.000 paket sembako untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Setelah pengiriman tahap awal, masih terdapat 45.075 paket sembako yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan penanganan di lapangan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pangan, menjadi salah satu prioritas dalam fase awal penanganan darurat.
Distribusi logistik juga akan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan di masing-masing kabupaten terdampak sehingga bantuan yang dikirim dapat tepat sasaran dan mendukung percepatan penanganan bencana.
Langkah ini sejalan dengan strategi penanganan darurat BNPB yang menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai salah satu fokus utama pada fase awal operasi, sekaligus memastikan rantai pasok bantuan berjalan secara efektif dari pusat hingga ke wilayah terdampak.
Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Facebook : @InfoBencanaBNPB
Twitter : @BNPB_Indonesia
Instagram : @bnpb_indonesia
Youtube : BNPB Indonesia dapat langsung dieksekusi.
“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," imbaunya.
Mendukung kelancaran distribusi logistik ke daerah terisolasi, pada poin ketujuh Kepala BNPB mengordinasikan pengerahan alutsista lintas lembaga, termasuk armada helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB. Seluruh alutsista udara dan laut ini difokuskan penuh untuk menembus titik-titik tersulit demi mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.
“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik," ungkapnya.
Sebagai poin penutup, Kepala BNPB menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi yang menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA. Kehadiran media center ini ditujukan untuk menyajikan pembaruan data secara transparan dari hari ke hari (day-to-day) sekaligus meredam simpang siur informasi dan disinformasi di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi _day-to-day_. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," tutup Suharyanto.
Editor: Stefanus Dile Payong