Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Bandara di NTT Rusak Akibat Gempa Flores
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Urus Berkas Simpatika, Guru Agama di NTT Malah Diusir dan Dikatakan Monyet Oleh Staf Kemenag

Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:29 WIB
  • author Joni Nura
Miris! Urus Berkas Simpatika, Guru Agama di NTT Malah Diusir dan Dikatakan Monyet Oleh Staf Kemenag
Marselinus Atapuken guru Agama Kab Sikka.( FOTO : Joni Nura / iNews TV).

Menurut Marselinus, pihak pejabat mengabaikan urusan administrasi yang dibawanya dan justru menolak memberikan pelayanan. Situasi memuncak saat ia dipaksa keluar ruangan hingga terlontar umpatan yang merendahkan martabatnya.

"Mereka bilang hari ini berkas saya tidak diterima dan tidak boleh dilayani. Bahkan keluar kata-kata kasar oleh salah satu staf bahwa, Kau monyet, kau keluar. Kau pulang, kau monyet. Saya punya rekaman atas kejadian tersebut," ujar Marselinus.

Tak sampai disitu, oknum staf yang melontarkan kata kasar itu juga menyatakan siap bertanggungjawab atas pernyataannya. 

"Dia bilang dia siap bertanggungjawab atas perkataannya. Semua ada di rekaman," tegasnya. 

Marselinus mengaku, ungkapan monyet yang diterimanya telah merendahkan dan mencederai profesinya sebagai seorang guru. 

"Saya hampir jatuh saat mendengar kata Monyet, saya seorang guru tapi dikatai monyet. Ini sudah sangat keterlaluan," jelasnya. 

Ia menduga penolakan pelayanan ini dipicu oleh sikap kritis para guru agama yang sebelumnya melayangkan aduan ke DPRD Kabupaten Sikka hingga DPR RI terkait keterlambatan pencairan TPG selama enam bulan.

"Saya duga ini dipicu atas aksi kami para guru terkait TPG ke DPRD dan DPR RI. Mereka merasa dilukai oleh tindakan kami," ujarnya. 

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut