Pasien Terlantar! Belasan Dokter Mogok Kerja di RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua
ATAMBUA,iNewsBelu.id - Sebanyak 18 dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, NTT ramai-ramai mogok kerja sejak Senin lalu, mogoknya para Dokter ini dikarenakan pemotongan insentif oleh Pemerintah Daerah Akibatnya pelayanan terhadap pasien ditutup para pasien yang datang terpaksa pulang dengan ketidakpastian.
Pantau iNews di RSUD Atambua alasan aksi mogok para dokter ini lantaran tunjangan insentif mereka di potong oleh pemerintah Daerah. Namun dampaknya para pasien menjadi telantar karena tak mendapat pelayanan medis.
Terhitung sejak senin lalu sejumlah ruangan poliklinik memang terpantau sepi tanpa ada pelayanan dokter. Para dokter spesialis ini ramai-ramai menyatakan sikap mogok kerja karena tidak ada kepastian dari pemerintah kabupaten Belu.
Mama Icha pasien saraf mengeluh dan kesal lantaran tak adanya dokter di rumah sakit. Mereka sudah datang jauh-jauh mengantre terpaksa harus pulang dengan kekecewaan.
"Hari ini kita datang karena sesuai jadwal pengambilan obat namun katanta tidak ada dokter dan kita disuruh pulang dengan tanpa ada kejelasan," Ungkapnya.
Selian itu Rofinus Mau Bere pasein jantung juga mengatakan sejak dari hari senin datang tidak ada dokter. Katanya Rabu ini ada ternyata tidak ada juga. Saya ini sakit jantung harus minum obat rutin sedangkan ini sudah tiga hari tidak minum obat," Rofinus, salah satu pasien jantung , Rabu (08/04/2026).
Direktur RSUD dr Vincentius Adrianus Loe mengatkan mogoknya para dokter ini dikarenakan pemotongan intensif oleh pemerintah daerah namun dirinya berharap para dokter ASN agar hadir untuk berdiskusi terkait bagaiamana tanggung jawab kepada pasien.
"Iya aksi mogok ini karena adanya keekcewaan para dokter akibat pemotongan insentif oleh pemerintah daerah," Katanya.
Dari yang mogok ini ada 15 dokter PNS nah ini kita harap mereka tetap menjalankan tugas mereka secara baik dengan tetap memberikan pelayanan kepada pasien ini mereka juga tidak datang kerja.
"Miris memang karena kita rumah sakit besar Ada pasien yang datang jauh -jauh tapi tak ada dan ini mempengaruhi semua pelayana npasien di rumah sakit ini," Ujar Dirut.
Editor : Stefanus Dile Payong