Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut di NTT, 4 Orang Tewas 5 Orang luka berat, dan 16 Orang Luka Ringan
Advertisement . Scroll to see content

Belalang yang sudah mati pun dikumpulkan ke dalam karung selanjutnya dikubur atau di kabur. Warga ti

Minggu, 03 April 2022 | 15:05 WIB
  • author Dion Umbu Ana Lodu
Belalang yang sudah mati pun dikumpulkan ke dalam karung selanjutnya dikubur atau di kabur. Warga ti
Merinding, Penampakan Gerombolan Belalang Duduki Permukiman Warga di Sumba Timur (Foto: iNews/

SUMBA TIMUR, iNews.id - Belalang kembara duduki rumah warga di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Gerombolan belalang ini tampak memenuhi lantai hingga dinding rumah. 

Dari video amatir yang diperoleh iNews, tampak belalang itu berada di lantai rumah warga. Bahkan, lantai rumah warga itu sudah tidak terlihat karena tertutup belalang. Tak hanya di depan rumah, belalang itu juga sudah memasuki kamar warga. 

"Ini belalang sampai masuk ke dalam kamar. Kita sapu terus baru bisa tidur. Pintu juga harus ditutup kain," kata pemilik rumah, Torince R Gigy. 

Upaya swadaya dengan cara menyemprot sudah dilakukan. Namun, belalang itu tidak juga pergi. Bau menyengat dari bangkai belalang yang mati, menjadi persoalan lanjutan.

Belalang yang sudah mati pun dikumpulkan ke dalam karung selanjutnya dikubur atau di kabur. Warga tidak mau memberikan ke ternak karena ayam mereka menolak. 

"Sudah dapat berkarung-karung. Ini di jalanan sampai di atap rumah itu masih ada," kata Ketua RT setempat, Rafael Rae Mara. Warga khawatir serbuan belalang ini bisa menuju ladang mereka.  Sebelumnya, serangan belalang kembara ini terjadi di tahun 2020. Ribuan hektare lahan pertanian warga sudah jadi korbannya.

Belalang yang sudah mati pun dikumpulkan ke dalam karung selanjutnya dikubur atau di kabur. Warga tidak mau memberikan ke ternak karena ayam mereka menolak. 

"Sudah dapat berkarung-karung. Ini di jalanan sampai di atap rumah itu masih ada," kata Ketua RT setempat, Rafael Rae Mara. 

Warga khawatir serbuan belalang ini bisa menuju ladang mereka.  Sebelumnya, serangan belalang kembara ini terjadi di tahun 2020. Ribuan hektare lahan pertanian warga sudah jadi korbannya.
 

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut