Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kabar Gembira, Pendidikan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis, Simak Ini Alasan MK
Advertisement . Scroll to see content

Disiksa hingga Tewas saat Diksar Mahasiswa Unila Dipaksa Minum Spiritus

Minggu, 08 Juni 2025 | 11:12 WIB
  • author Ira Widyanti, Evan Payong
Disiksa hingga Tewas  saat Diksar Mahasiswa Unila Dipaksa Minum Spiritus
Mahasiswa Unila yang Tewas Disiksa saat Diksar Mapala Dipaksa Minum Spiritus.(Foto. MPI).

BANDAR LAMPUNG, iNewsBelu.id  - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan bisnis Pratama Wijaya Kusuma, Universitas Lampung, diduga tewas setelah disiksa seniornya saat Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) Unila. Bahkan, korban juga dipaksa meminum cairan spiritus.

Demikian diungkapkan kuasa hukum keluarga korban, Icen Amsterly saat ditemui di Mapolda Lampung, Kamis (5/6/2025).

"Iya benar, berdasarkan keterangan 5 rekan korban yang juga mengalami kekerasan bahwa korban ini dipaksa meminum cairan spiritus," ujarnya.

Dijelaskannya, dari 6 orang mahasiswa yang mengikuti kegiatan pendidikan dasar tersebut hanya Pratama yang meminum cairan tersebut. "Iya hanya dia (Pratama) yang dipaksa minum spiritus," kata dia.

Selain itu, kedatangannya hari ini ke Mapolda Lampung untuk memberikan bukti tambahan yang diperlukan untuk proses penyelidikan. "Ada yang kami bawa (bukti). Ini akan kami serahkan ke penyidik," pungkasnya.

Sekadar diketahui, seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) tewas setelah sebelumnya mengikuti kegiatan Diksar organisasi pencinta alam di kampus tersebut.  Diduga korban tewas setelah dilakukan penganiayaan oleh sejumlah seniornya.

Korban tewas atas nama Pratama Wijaya Kusuma, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) jurusan bisnis digital 2024 Unila.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Pratama sempat menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (28/4/2025). Pihak keluarga membuat laporan ke Polda Lampung.

Diksar tersebut dilaksanakan pada bulan November 2024 mulai dari tanggal 11 hingga 14. Kegiatan ini diikuti oleh korban bersama 5 orang rekannya.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut