Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terapkan Tidur Siang di Sekolah Siswa SMPN 39 Surabaya Tidur Bareng di Lantai
Advertisement . Scroll to see content

Usai Dugem Perempuan Cantik di Surabaya Tewas Dianiaya Pacar, Pelaku Diduga Anak Anggota Dewan

Kamis, 05 Oktober 2023 | 07:58 WIB
  • author Yudha Prawira, Ihya Ulumudin, Evan Payong
Usai Dugem Perempuan Cantik  di Surabaya Tewas Dianiaya Pacar, Pelaku Diduga Anak Anggota Dewan
Jenazah perempuan diduga korban penganiayaan pacar saat berada ke RSUD Soetomo, Surabaya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNewsBelu.id - Keluarga AN (24) perempuan yang tewas diduga menjadi korban penganiayaan di Surabaya, Jawa Timur menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan pemuda berinisial GRT yang merupakan pacar korban ke polisi. 

"Ibu almarhumah datang langsung dari Sukabumi melaporkan terduga pelaku ke Polrestabes Surabaya," ujar kuasa hukum keluarga almarhum, Dimas Yemamura, Kamis (5/10/2023).

Menurutnya, terlapor diduga menganiaya korban hingga menyebabkannya meninggal dunia. "Terlapor ini diduga anak anggota DPR RI fraksi PKB. Ini sangat ironis karena anak pejabat melakukan penganiayaan berat," katanya.

Kondisi korban saat pertama kali ditemukan juga sangat memilukan. Sebab mengalami luka memar di paha, lengan dan ada terindikasi terinjak ban mobil. "Ada saksi, sekuriti yang melihat terlapor ini menjatuhkan korban dari bagasi lalu sengaja ditinggalkan hingga terlindas ban," ucapnya. 

Sebelumnya, perempuan cantik di Surabaya tewas penuh luka usai pulang dugem, Rabu (4/10/2023) malam. Korban berinisial AN (24) yang mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh diduga dianiaya teman kencan.  

Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke RSUD Soetomo, Surabaya. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar mayat untuk autopsi. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, sebelum tewas korban bersama teman kencannya dugem di sebuah tempat hiburan malam kawasan Jalan Mayjen Jonosewojo, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Meski begitu Hendro tidak mau berspekulasi atas dugaan adanya penganiayaan. 

"Masih menunggu hasil autopsi di RSUD dr Soetomo," katanya. 

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut