Penyerangan Koramil Suru-Suru, Dandim Sebut KKB Dapat Suplai Amunisi dari Papua Nugini

Dile Payong
.
Senin, 22 November 2021 | 06:23 WIB
Dandim 1715 Yahukimo, Papua, Letkol Inf Cristian Irreuw. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge diduga mendapat pasokan amunisi dan senjata api dari Papua Nugini (PNG).  Indikasi itu diungkapkan Dandim 1715 Yahukimo, Papua, Letkol Inf Cristian Irreuw.

Indikasi itu diungkapkan Dandim 1715 Yahukimo, Papua, Letkol Inf Cristian Irreuw.

"Memang ada indikasi KKB mendapat pasokan dari PNG sehingga kontak tembak cukup lama, seperti yang terjadi di Koramil Persiapan Suru-suru, Sabtu (20/11)," kata Dandim, Minggu (21/11/2021).

Dandim 1715 mengaku saat kontak tembak di Suru-suru dilaporkan berlangsung dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT.

Kontak tembak cukup lama namun belum diketahui jumlah, kekuatan senjata yang digunakan saat itu. “Dan dipastikan apakah kedua korban tertembak saat itu berada di koramil atau di luar,” katanya.

"Saya sudah minta anggota koramil membuat laporan lengkapnya," kata Dandim 1715 Yahukimo.  Dari informasi yang diterima, kata Dandim, senjata api dan amunisi KKB itu dibeli dari hasil menjual emas hasil pendulangan. 

“Di Kabupaten Yahukimo memang ada beberapa lokasi pendulangan emas,” kata Letkol Inf Irreuw.

Dia mengaku sudah memerintahkan kepada seluruh prajurit untuk bersiaga mengingat sebelum insiden penyerangan di Koramil Suru-suru sudah ada informasi tentang KKB yang akan menyerang kodim dan pos-pos militer. 

"Anggota saat ini bersiaga guna mengantisipasi terjadinya serangan-serangan di pos-pos,” kata Letkol Inf Irreuw. 

Penyerangan KKB terhadap Koramil Suru-suru, Sabtu (20/11) pagi, menyebabkan satu personel TNI gugur dan seorang lainnya terluka. Keduanya saat ini sudah dievakuasi, baik itu jenazah Sertu Ari Baskoro diterbangkan ke Surabaya dan selanjutnya ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah, dan Kapten Inf Arviandi yang menjabat Komandan Koramil Suru-suru dirawat di RST Marthen Indey Jayapura.

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini