Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut Garuda Indonesia Minta kepada Sri Mulyani agar PMN Rp 7,5 Triliun Cair Pekan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Penjelasan Dirut Garuda mengenai Recovery Rate Utang Garuda Indonesia 20%

Senin, 15 Agustus 2022 | 05:00 WIB
  • author Suparjo Ramalan, Jurnalis
Penjelasan Dirut Garuda mengenai Recovery Rate Utang Garuda Indonesia 20%
Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Recovery rate atau tingkat pemulihan utang PT Garuda Indonesia Tbk, diperkirakan mencapai 19-20 persen dari total utang senilai Rp142 triliun. Angka tersebut usai perusahaan memperoleh homologasi dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut presentase recovery rate utang emiten bersandi saham GIAA itu belum final. Artinya masih bersifat perkiraan dari penyelesaian atau proses akhir transaksi (settlement).

"Kalau gak salah sekitar 20-an (persen) lah, 19-20-an. Tapi kan karena ini kita fix kan, bisa turun di angka 19-20-an, belum final sih," ungkap Irfan, Minggu (14/8/2022).

Perkiraan recovery rate utang Garuda Indonesia itu diluar piutang produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing, sebesar USD822 juta atau setara Rp10 triliun lebih. Irfan mengaku bila Boeing mendaftarkan diri ke dalam PKPU, maka tingkat pemulihan atau penurunan utang Garuda lebih besar lagi.

"20 koma sekian lah (persen), (itu karena Boeing nggak ikut ya?) enggak, kan waktu itu kesepakatannya, kalau Boeing nggak ikut, ininya (utang) juga turun," tuturnya.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut