Luar Biasa! Bocah Ini Hasilkan 5,7 Miliar Dalam 2 Bulan
"Saran saya untuk anak-anak lain yang mungkin tertarik adalah jangan memaksakan diri untuk melakukan coding, hanya karena mendapatkan tekanan teman sebaya. Misalnya suka memasak maka memasaklah, jika suka menari maka menarilah. Lakukan dengan kemampuan terbaik kamu," katanya, dikutip dari BBC, Minggu (29/8/2021). Ayah Ahmed, Imran merupakan pengembang perangkat lunak yang bekerja di bidang keuangan tradisional telah mendorong Ahmed dan saudaranya, Yousef untuk mulai coding pada usia lima dan enam tahun. Jadi Ahmed sudah mulai belajar coding sejak usianya 5 tahun.
Imran menuturkan, anak-anaknya punya keuntungan karena memiliki ayah untuk dimintai nasihat dan bantuan saat mempelajari minat mereka. Dia pun mengaku sangat bangga dengan kemampuan kedua putranya. "Itu adalah sedikit latihan yang menyenangkan, tetapi saya menyadari sangat awal bahwa mereka benar-benar menerimanya dan mereka melakukan dengan sangat baik," ujar Imran.
Karena itu, anak-anaknya pun mulai berlatih lebih serius. Bahkan, sekarang mereka berlatih coding selama 20 hingga 30 menit setiap hari, termasuk saat libur. Ahmed sendiri mulai belajar coding dengan HTML dan CSS, lalu mengembangkan keterampilan coding-nya, dan mempelajari JavaScript serta program lainnya. Namun, NFT, kontrak pintar, dan kumpulan kode telah menarik perhatiannya.
Editor : Stefanus Dile Payong