Dari Porter Hingga Investor Sukses Inilah Perjalanan George Soros Berharta Rp129 Triliun
Lahir di Hongaria pada 1930, dia hidup di masa pendudukan nazi yang mengakibatkan 500.000 masyarakat Yahudi Hongaria tewas. George Soros beserta keluarga selamat karena menyembunyikan identitas asli mereka. Dia dan keluarganya berpura-pura menjadi anak baptis seorang pegawai Kementerian Pertanian Hongaria.
"Alih-alih tunduk pada nasib kami, kami melawan kekuatan jahat yang jauh lebih kuat dari kami, dan kami menang. Kami tidak hanya selamat, tetapi kami berhasil membantu orang lain," kata dia, dikutip dari laman George Soros, Senin (4/7/2022).
Kemudian demi menyambung hidup, pada tahun 1974 George Soros meninggalkan Budapest ke London. Dia kemudian mendaftar di London School of Economics (LSE).
Soros juga bekerja paruh waktu sebagai porter kereta api dan pelayan klub malam untuk membiayai kuliah dan hidupnya. George Soros lulus dari LSE dengan gelar sarjana sains di bidang filsafat pada 1951. Kemudian dia melanjutkan pendidikan selama tiga tahun demi mendapatkan gelar doktor.
Setelah itu, Soros bekerja sebagai penjual keliling di sepanjang pantai Welsh karena sulitnya mendapatkan pekerjaan. Dia kemudian mulai menulis surat untuk melamar pekerjaan di bank di London.
Sebagian besar tidak merespons lamaran tersebut, namun dia mendapatkan balasan dari seorang Direktur Pelaksana di Singer & Friedlander yang menawarkannya posisi entry-level.
Editor : Stefanus Dile Payong