Gunung Ile Lewotolok Erupsi 26 Kali dalam Sehari

Joni Nura
.
Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:09 WIB
Gunung Ile Lewotolok Erupsi 26 Kali dalam Sehari (Foto: Dok BNPB Indonesia)

JAKARTA, iNews.id - Gunung Ile Lewotolok erupsi sebanyak 26 kali dalam sehari. Meningkatan erupsi ini terjadi sejak awal Oktober 2021. “Peningkatan sejak awal bulan ini. Bahkan sebelumnya sudah dua minggu bisa 25 hingga 26 kali erupsi per hari,” kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata,  Geril H Noning, Kamis (7/10/2021).

Gunung yang berada di bagian utara Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu rata-rata mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian antara 300-800 meter dari puncak. Beberapa waktu tertentu, hujan abu vulkanik juga turun dan berdampak ke sejumlah wilayah penyangga gunungapi tersebut. Kendati demikian, warga tetap tenang dan dapat menyesuaikan diri serta sudah mengikuti arahan dari pihak yang berwenang.

"Masyarakat sudah ready dengan kondisi itu dan apabila terjadi apa-apa,” ujar Geril.

Sebagai upaya untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dalam rangka mitigasi dan penguatan kapasitas, BPBD Kabupaten Lembata telah aktif memberikan sosialisasi terkait erupsi Ile Lewotolok. BPBD Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan tempat pengungsian masyarakat dan memberikan sosialisasi kepada mereka apa yang diperlukan serta bagaimana untuk mencapai tempat-tempat pengungsian tersebut apabila memang diperlukan evakuasi terkait erupsi.

“Mereka juga dipersiapkan untuk ditarik ke pengungsian apabila memang perlu,” ucapnya. 

Di samping itu, BPBD Kabupaten Lembata juga terus memberikan informasi kepada masyarakat agar selalu waspada apabila terjadi hujan di bagian puncak gunungapi Ile Lewotolok. Menurut Geril, hujan di puncak gunungapi dengan ketinggian 1.432 mdpl itu dapat berpotensi terjadi banjir lahar dingin. Terlebih wilayah Indonesia akan dan sedang memasuki musim penghujan. 

“Kami ingatkan terus. Ini kan masuk musim penghujan,” kata Geril.

Berdasarkan data PVMBG per Kamis (7/10), pukul 18.00-24.00 WITA, gunungapi Ile Lewotolok teramati 7 kali letusan dengan tinggi 300-600 meter di atas puncak dengan warna asap putih kelabu. Gemuruh dan dentuman lemah hingga kuat terpantau dan lontaran material lava pijar teramati sejauh kurang lebih 300 meter mengarah ke tenggara. Data pemantauan PVMBG per Jumat (8/10/2021), pukul 00.00-06.00 WITA, gunungapi Ile Lewotolok teramati jelas. 

Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 100-300 meter di atas puncak kawah.  

Selama enam jam terakhir juga teramati enam kali letusan dengan tinggi 300 meter dengan warna asap putih dan kelabu. Gemuruh dan dentuman terpantau lemah hingga kuat dan teramati lontaran material lava pijar kurang lebih 300 mdpl.

Hingga saat ini status gunungapi Ile Lewotolok masih berada pada level III atau waspada.

Sementara itu, PVMBG memberikian rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah. Sementara, masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung. Warga juga diminta menggunakan masker untuk melidungi diri dari papasan debu vulkanik.

Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi gunung Ile Lewotolok setiap saat dari PVMBG. Kemudian, seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunungapi Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini