Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk angkutan umum serta truk pengangkut logistik, harus mengantre untuk mendapatkan BBM. Sebagian pengendara bahkan memilih memarkir kendaraannya dan kembali ke SPBU keesokan hari karena kehabisan stok.
Seorang sopir truk, Rian mengaku harus berangkat sejak pagi agar kebagian BBM. Jika terlambat datang, stok di SPBU bisa habis sebelum gilirannya mengisi bahan bakar.
"Kalau bisa tambahkan kuota BBM di Flores," kata Rian di lokasi.
Keterbatasan BBM juga berdampak pada distribusi material bangunan ke proyek dan masyarakat. Sopir yang biasanya bisa melakukan dua hingga empat kali pengiriman dalam sehari kini hanya mampu mengantar material seperti pasir dan batu satu kali.
Para sopir berharap pemerintah dan Pertamina segera mengatasi keterlambatan pasokan agar kegiatan distribusi kembali normal.
Pertamina disebut tengah berupaya mempercepat penyaluran BBM dan memastikan pengiriman berikutnya tidak kembali terlambat. Masyarakat juga diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan yang dapat memperburuk kondisi pasokan.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
