ATAMBUA, iNews.id – Kekeringan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, makin memprihatinkan. Warga Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, rela mendorong gerobak mencari bersih sejauh 1 kilo meter untuk bertahan hidup.
Mata air dan sumur warga yang kering total sejak beberapa bulan terakhir memaksa masyarakat harus berjalan untuk mencari pasokan air.
Menurut Yakobus Berek mengaku, musim kemarau panjang telah memicu krisis air sejak enam bulan lalu, dengan kondisi terparah dirasakan dalam dua bulan terakhir, saat ini masih ada satu sumur yang masih bisa digunakan namun itu hanya bisa berlaku 1 jam salam ssharii karena debet airnya sdh sangat berkurang.
"Dampak musim kemaru sangat dirasakan warga pasalnya warga yang mau mendapatkan air harus rela berjalan kaki satu hingga 2 kilo meter dengan mendorong gerobak," Ungkap Yakobus.
Dirinya menambahkan kondisi ini hampir setiap tahun dirasakan namun sayang nya tidak pernah ada juga perhatian pemerintah untuk menyediakan pasokan air bersih kepada warga. Untuk saat ini warga bertahan dengan satu sumur, namun itu juga hanya melayaninwarga satu jam sehari.
Sebagai warga yang kurang mampu di wilayah perbatasan kita berharap adanya perhatian serius dari pemerintah. Dengan menyediakan sumber mata air dengan pengaadan sumur bora.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
