Sementara itu, Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, kawasan perbatasan bukan hanya harus tertib, aman dan mampu memberikan pelayanan perlintasan, tetapi juga perlu menampilkan identitas budaya, keramahan dan semangat gotong royong bangsa Indonesia.
Taman tersebut diharapkan dapat menjadi ruang interaksi, edukasi budaya sekaligus spot foto bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke PLBN Motaain.
“Para pelintas dan wisatawan tidak hanya datang untuk melintas, tetapi juga dapat berhenti sejenak, menikmati suasana, mengenal budaya lokal, mengabadikan momen serta merasakan keramahan Indonesia dari kawasan perbatasan,” ungkap Rika.
Ia berharap keberadaan Taman Budaya Gotong Royong tidak berhenti sebagai bangunan fisik, tetapi terus dirawat dan dihidupkan melalui berbagai kegiatan budaya, sosial, pelayanan masyarakat maupun kegiatan kreatif lainnya.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
