Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere mengalami kerusakan relatif ringan pada plafon dan kaca terminal lantai dua. Sementara sisi udara, termasuk runway dan apron, masih dalam kondisi baik.
Bandara Maumere tetap beroperasi, termasuk untuk mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah, TNI, dan Polri.
Sementara itu, Bandara Soa Bajawa mengalami kerusakan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan. Petugas juga menemukan retak memanjang pada runway.
Sebagai mitigasi, petugas membersihkan material, mengamankan peralatan, menggunakan VHF-A/G portable, serta memindahkan armada PKP-PK ke luar gedung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Lukman menegaskan kerusakan fasilitas tidak langsung membuat operasional bandara dihentikan. Namun, area yang memiliki potensi risiko tetap dibatasi untuk melindungi pengguna jasa dan petugas.
"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama," ujarnya.
Meski begitu, maskapai juga memiliki kewenangan mengevaluasi kondisi operasional sesuai situasi aktual di lapangan. Penundaan atau pembatalan penerbangan dapat dilakukan apabila hasil assessment internal maskapai menunjukkan langkah tersebut diperlukan demi keselamatan.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
