Selain itu menurut tokoh adat dusun Bele, Haji Imam Goran konflik ini bermula dari pembersihan lahan di dusun Bele untuk pembangunan kopdes Merah Putih, namun tiba- tiba muncul beberapa warga dari desa Narasaosina dan menghentikan proses pembersihan lahan dengan mengatakan kalo mau aman maka hentikan dulu pembangunan kopdes merah putih, selang beberapa hari muncul lagi beberapa warga yang melakukan pembersihan lahan di sekitar pemukiman warga yang terkesan sangat memicu keributan.
"Iya situasi konfil ini bermula dari pembersian lahan pembangunan kopdes merah putih, sempat dilakukan mediasi oleh oleh pemerintah deerah namun belum ada penyelesaian hingga berujung konflik hari ini," katanya.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan saat ini personel polisi dan TNI telah diterjunkan ke lokasi guna mencegah konflik semakin meluas.
"Anggota sudah diterjunkan ke lokasi," Ujarnya.
Meskipiun saat ini situasi sudah kembali kondusif namun puluhan personil TNI Polri masih disiagakan di lokasi konflik.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
