Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kembali Bertambah Lagi Korban Tewas Gempa M7,7 Flores NTT, Tembus 72 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Kembali Kunjungi Flores, Kepala BNPB Pastikan Percepatan Bantuan Stimulan Pascabencana untuk NTT

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB
  • author Evan Dile Payong / iNews TV
Kembali Kunjungi Flores, Kepala BNPB Pastikan Percepatan Bantuan Stimulan Pascabencana untuk NTT
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat meninjau lokasi hunian tetap di Dusun Waidoko, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto: Istimewa).

FLORES TIMUR, iNews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (1/10/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung progres penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana serta memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target.

Tiba di Flores Kepala BNPB beserta rombongan melihat langsung hunian sementara (huntara) percontohan yang berada di Lapangan Pusat Jajanan dan Cenderamata Maumere yang berada di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Penyaluran ini merujuk pada SK Bupati Sikka Nomor 441/HK/2026 tanggal 25 September 2026 tentang Calon Penerima Bantuan Stimulan Perbaikan/Pembangunan Rumah Rusak Akibat Bencana.

Untuk warga terdampak gempa NTT yang rumahnya rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap. Terhadap warga yang memilih tidak tinggal di huntara, sambil menunggu hunian tetapnya dibangun pemerintah, maka akan mendapat bantuan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan.

Total penerima bantuan di Kabupaten Sikka sebanyak *1.055 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian:

Rusak Berat 153 unit, rusak sedang ): 371 unit

rusam ringan 531 unit.

Usai dari Maumere, rombongan Kepala BNPB melanjutkan perjalanan darat menuju Dusun Waidoko yang berada di Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur. Di Desa Waidoko, Kepala BNPB meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) Relokasi Mandiri bagi korban bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Kunjungan di Waidoko dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Flores Timur ini diisi dengan dialog hangat yang sangat interaktif dengan para masyarakat dan ramah tamah bersama sekitar 50 warga penerima manfaat huntap.

Dalam sesi tanya jawab, banyak dari masyarakat yang menanyakan apakah dengan dimulainya pembangunan hunian tetap ini mereka akan dikenakan biaya atau akan keluar sejumlah uang. Kepala BNPB dengan tegas menjawab keresahan masyarakat bahwa pembangunan ini sama sekali tidak akan membebani masyarakat sedikitpun.

‘’Masyarakat tidak akan dikenakan biaya sama sekali karena ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu warganya yang tertimpa bencana, tidak akan ada pungutan dalam bentuk apapun itu kepada masyarakat penerima manfaat hunian tetap. Apabila ada pungutan atau dikenakan biaya maka lapor langsung ke saya saat itu terjadi dan akan saya tindak tegas pelaku nya tanpa pandang bulu," ungap kepala BNPB. 

Di lain sisi Kepala BNPB juga menyetujui saran dari warga penerima manfaat yang mengusulkan bahwa untuk angkut material dan logistik pembangunan hunian tetap ini bisa menggunakan berbagai armada truk yang tersedia di lingkungan sekitarnya agar bisa memutar kembali roda perekonomian warga. 

Pada kesempatan tersebut dirinya juga telah mengkonfirmasi untuk penggunaan alat berat ekskavator yang digunakan dilokasi hunian tetap akan didukung oleh alat berat yang digunakan oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. 

Berdasarkan Peta Sebaran Hunian Tetap Relokasi Mandiri Tahap 2 Korban Erupsi Lewotobi Laki-Laki, total Huntap yang dibangun tersebar di 12 kecamatan di Flores Timur dengan total *238 unit*, dengan sebaran sebagai berikut:

Kecamatan Wulanggitang: 117 Unit

Kecamatan Titehena: 72 Unit

Kecamatan Larantuka: 25 Unit

Kecamatan Ile Bura: 7 Unit

Kecamatan Demon Pagong: 6 Unit

Kecamatan Ile Mandiri: 3 Unit

Kecamatan Lewolema: 2 Unit

Kecamatan Kelubagolit: 2 Unit

Kecamatan Tanjung Bunga: 1 Unit

Kecamatan Adonara Timur: 1 Unit

Kecamatan Adonara Barat: 1 Unit

Kecamatan Solor Barat: 1 Unit

BNPB berkomitmen untuk terus mengawal dan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di NTT, mulai dari hunian sementara hingga hunian tetap, agar masyarakat dapat segera bangkit dan beraktivitas secara normal dengan lebih aman.

 

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut