get app
inews
Aa Text
Read Next : Peduli Korban Gempa Flores Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana

6 Bandara di NTT Rusak Akibat Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:36 WIB
header img
Enam bandara di NTT rusak terdampak gempa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Akibat gempa dasyat yang terjadi pada tanggal 15 lalu adanya enam bandara di Flores dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara tersebut tetap berjalan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mencatat enam bandara terdampak, yakni Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara H Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, dan Bandara Soa Bajawa. Ia memastikan tidak ada bandara yang ditutup akibat gempa.

"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Di Bandara Komodo Labuan Bajo, kerusakan terdapat pada plafon terminal dan fire station, retakan dinding gedung administrasi, serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Petugas telah melakukan pembersihan terminal dan penerbangan tetap berlangsung.

Bandara H Hasan Aroeboesman Ende mengalami kerusakan plafon terminal, retakan dinding gedung PKP-PK, serta struktur tower. Komunikasi penerbangan kemudian dialihkan ke Watchroom Gedung PKP-PK dengan menerapkan contingency plan untuk menjaga pelayanan lalu lintas udara.

Di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, partisi dinding kaca gedung terminal lantai dua mengalami kerusakan. Area yang berpotensi membahayakan telah diamankan dan akses pengguna jasa dibatasi. Operasional bandar udara serta navigasi penerbangan tetap berjalan.

Kerusakan juga ditemukan di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Kerusakan meliputi arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK, serta tower. Kemenhub melakukan pembersihan dan evaluasi struktur lanjutan. Sisi udara masih dinyatakan aman untuk penerbangan.

Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere mengalami kerusakan relatif ringan pada plafon dan kaca terminal lantai dua. Sementara sisi udara, termasuk runway dan apron, masih dalam kondisi baik.

Bandara Maumere tetap beroperasi, termasuk untuk mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah, TNI, dan Polri.

Sementara itu, Bandara Soa Bajawa mengalami kerusakan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan. Petugas juga menemukan retak memanjang pada runway.

Sebagai mitigasi, petugas membersihkan material, mengamankan peralatan, menggunakan VHF-A/G portable, serta memindahkan armada PKP-PK ke luar gedung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Lukman menegaskan kerusakan fasilitas tidak langsung membuat operasional bandara dihentikan. Namun, area yang memiliki potensi risiko tetap dibatasi untuk melindungi pengguna jasa dan petugas.

"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama," ujarnya.

Meski begitu, maskapai juga memiliki kewenangan mengevaluasi kondisi operasional sesuai situasi aktual di lapangan. Penundaan atau pembatalan penerbangan dapat dilakukan apabila hasil assessment internal maskapai menunjukkan langkah tersebut diperlukan demi keselamatan.

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut