Mabuk Miras, Pria di Kab TTU NTT Aniaya Seorang Guru Hingga Babak Belur
TIMOR TENGAH UTARA, iNewsBelu.id –Akibat pengaruh minuman keras (MIRAS) seorang pemuda berinisial YK alias Yuven Kolo warga Desa Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu, Kab Timor Tengah Utara membabi buta menyerang dan melukai warga dalam upacara adat pada Sabtu. (20/04/2025) Malam lalu.
Akibat aksi brutalnya ini mengakibatkan 1 orang warga atas nama Edmundus Nopo yang juga seorang guru mengalami luka serius pada bagian kepala.
Menurut Abatan keluarga korban menjelaskan kronologi kejadian berdarah ini bermula saat korban, yang merupakan warga kelurahan bansone, menghadiri acara adat 'masuk minta' di kediaman gaspar naet di desa kaubele.
Namun saat memasuki acara makan pelaku bersama dengan teman- temannya datang ke lokasi acara adat dengan mengendarai empat sepeda motor secara berboncengan. Tanpa alasan yang jelas, kelompok ini langsung merangsek masuk dan melakukan serangan membabi buta terhadap orang-orang di dalam rumah.
Situasi semakin memanas saat terduga pelaku Yuven Kolo, menyerang guru Edmundus dengan sebuah kursi untuk menghantam korban. Meski korban sempat melakukan perlawanan dengan menahan kursi tersebut, Yuven yang gelap mata akhirnya berhasil melayangkan hantaman keras ke arah korban.
"Korban Edmundus bersama dengan ponakannya datang dari kota kefamenanu, untuk mengiuiti acara pinangan keluarga di desa Kaubele, dan kita juga tidak pernah berpikir bahwa akan terjadi insiden ini yang mengakibatkan korban mengalami luka serius," Ungkap Abatan.
Tidak berhenti di situ, Yuven Cs, kemudian mengambil sebuah gelas dan melemparkannya tepat ke arah kepala korban. Akibat serangan beruntun tersebut, Edmundus mengalami luka robek serius di kepala dan pendarahan hebat.
Tak terima atas tindakan anarkis tersebut, korban bersama pihak keluarga langsung mendatangi SPKT Polres TTU tak lama setelah kejadian untuk menuntut keadilan secara hukum. Hingga saat ini, kasus tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian Polres TTU.
Editor : Stefanus Dile Payong