get app
inews
Aa Text
Read Next : Breaking News! Oknum Polisi di Polres Sikka NTT Tabrak Warga hingga Tewas

Mabuk Miras, Pria di Kab TTU NTT Aniaya Seorang Guru Hingga Babak Belur

Selasa, 21 April 2026 | 11:22 WIB
header img
Mabuk Miras, Pria di Kaubele TTU Membabi Buta Aniaya Warga Hingga Berdarah.(FOTO : MPI)

TIMOR TENGAH UTARA, iNewsBelu.id  –Akibat pengaruh minuman keras (MIRAS)  seorang pemuda berinisial YK alias Yuven Kolo  warga Desa Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu, Kab Timor Tengah Utara membabi buta  menyerang dan melukai warga dalam upacara adat pada Sabtu. (20/04/2025) Malam lalu.

Akibat aksi brutalnya ini mengakibatkan 1 orang warga atas nama Edmundus Nopo yang juga seorang guru mengalami luka serius pada bagian kepala.

​Menurut Abatan  keluarga korban menjelaskan kronologi kejadian berdarah ini bermula saat korban, yang merupakan warga kelurahan bansone, menghadiri acara adat 'masuk minta' di kediaman gaspar naet di desa kaubele.

Namun saat memasuki acara makan pelaku bersama dengan teman- temannya datang ke lokasi acara adat  dengan mengendarai empat sepeda motor secara berboncengan.  Tanpa alasan yang jelas, kelompok ini langsung merangsek masuk dan melakukan serangan membabi buta terhadap orang-orang di dalam rumah.

Situasi semakin memanas saat terduga pelaku Yuven Kolo, menyerang guru  Edmundus dengan  sebuah kursi untuk menghantam korban. Meski korban sempat melakukan perlawanan dengan menahan kursi tersebut, Yuven yang gelap mata akhirnya berhasil melayangkan hantaman keras ke arah korban.


"Korban Edmundus bersama dengan ponakannya datang dari kota kefamenanu, untuk mengiuiti acara pinangan keluarga di desa Kaubele, dan kita juga tidak pernah berpikir bahwa akan terjadi insiden ini yang mengakibatkan korban mengalami luka serius," Ungkap Abatan.


Tidak berhenti di situ, Yuven Cs,  kemudian mengambil sebuah gelas dan melemparkannya tepat ke arah kepala korban. Akibat serangan beruntun tersebut, Edmundus mengalami luka robek serius di kepala dan pendarahan hebat.

​Tak terima atas tindakan anarkis tersebut, korban bersama pihak keluarga langsung mendatangi SPKT Polres TTU tak lama setelah kejadian untuk menuntut keadilan secara hukum. Hingga saat ini, kasus tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian Polres TTU.

Editor : Stefanus Dile Payong

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut