Miris! 55 Tahun Belasan KK di Woka Desa Kiwangona Flotim Belum Nikmati Listrik
FLORES TIMUR, iNews.id - Langkah Pemerintah menjadikan Indonesia terang namun semuanya itu hanya slogan nyatanya sebagian masyarakat masih diselimuti kegelapan.
Hal ini yang dialami 13 belas kepala keluarga warga Dusun Woka, Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur yang sejak 60 Tahun memimpikan penerangan cahaya listrik seakan hanya sebuah mimpi.
Beginilah kondisi belasan kepala keluarga di dusun Woka, Desa Kiwangona, yang hanya di temani cahaya rembulan dan dibaluti cahaya pelita jika malam tiba, tidak ada pilihan lain selain hanya bisa pasrah. Letaknya ditengah dan di kelilingi oleh gemerlap cahaya lampu dari 3 desa di Kecamatan Adonara Timur yaitu desa Kiwangona, Desa Karing Lamalouk, dan Gelong Tapobali belasan kepala keluarga ini masih jauh dari perhatian serius pemerintah, bahkan warga mengaku belum merasakan apa itu kemerdekaan.
"Ketika malam tiba kami hanya duduk menikmati cahaya lampu di keliling kampung namun kami tidak pernah rasakan terang itu seperti apa apakah kami ini bukan warga negara Indonesia," ungkap Doni.
Warga mengakui sudah beberapa kali sejak tahun 2016 bupati dan camat berkunjung ke sini namun semua janji itu pergi setelah mereka kembali dari sini.
Pada Tahun 2018l6 lalu bupati Flores Timur saat itu sudah datang berkunjung juga, bahkan bapak Pj Bupati dan Camat Adonara Timur sudah datang melihat kondisi kami namun semua janji itu berlalu seperti angin hingga sekarang, kami tinggal di bukit ini dan di kelilingi oleh cahaya lampu namun kami merasa kami sepertinya belum merasakan apa itu kemerdekaan," ungkap Doni Uher.
"Kami sudah tiga kali dikunjungi oleh pihak PLN dan kami di janjikan akan segera dipasangkan meteran, bahkan mereka meminta kami untuk membantu mobilisasi material jika dipasang namu tahun berganti tahun semua itu tidak ada kalo memang belum saatnya jangan datang untuk janji kami, " ungkapnya.
Saat ini kami hanya berharap jika kami adalah bagian dari desa ini maka tolong berikan kami perhatian karena untuk desa sekitara di kecamatan Adonara Timur mungkin hanya sisa kami yang belum mendapatkan aliran listrik, oleh karena itu kami sangat berharap semoga pemerintah bisa tergugah hati untuk melihat keadaan kami.
Selain itu kepala Desa Kiwangona saat di konfirmasi mengatakan persoalan yang terjadi saat ini karena pembebasan lahan, kepala desa juga menjelaskan sudah melakukan pendekatan namun belum juga ada kesepakatan untuk pembebasan lahan.
Saat ditanya soal jalur yang dilewati dari wilayah desa lain dirinya menjawab itu tergantung pihak PLN.
"Untuk kampung Woka memang belum ada penerangan listrik PLN yang ada itu listrik tenaga matahari sejak Desember 2019 dengan panel untuk tiap rumah.
Jaringan PLN belum masuk ke Woka. Kami sudah usulkan beberapa kali termasuk ke PLN Maumere. Memang sudah ada survei dari PLN Adonara tapi masih ada kendala jaringan," Katanya.
Warga kini hanya bisa berharap adanya perhatian yang bisa mereka terima agar mereka juga bisa menikmati penerangan listrik sama halnua dengan masyarakat lainnya karena disekeliling mereka di kecamatan Adonara Timur semua sudah menikmati penerangan listrik.
Editor : Stefanus Dile Payong