Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Geram, Sebut Serangan AS ke Iran Gagal, Donald Trump Desak Jurnalis TV CNN Dipecat
Advertisement . Scroll to see content

Amerika Serikat Setia Bela Israel Ternyata Ini Alasannya

Senin, 23 Juni 2025 | 22:08 WIB
  • author Dilla Nur Fadilah, Evan Payong
Amerika Serikat Setia Bela Israel Ternyata Ini Alasannya
Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: MPI )

JAKARTA, iNewsBelu.id  - Amerika Serikat (AS) menjadi sekutu paling loyal Israel sejak negara itu berdiri pada 1948. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga konkret dalam bentuk bantuan militer, dukungan ekonomi, dan perlindungan diplomatik.

Dalam berbagai forum internasional, Washington kerap membela Israel dari kecaman global, bahkan secara rutin menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan resolusi yang mengecam kebijakan Israel terhadap Palestina.

Namun, muncul pertanyaan besar: mengapa AS terus menunjukkan kesetiaan terhadap Israel, meskipun menghadapi kritik tajam dari masyarakat internasional dan bahkan dari sebagian rakyatnya sendiri?

Mantan Presiden AS Harry Truman menjadi pemimpin dunia pertama yang mengakui kemerdekaan Israel, hanya 11 menit setelah deklarasi resminya. Keputusan ini didorong oleh faktor moral, kedekatan personal dengan tokoh Zionis melalui Edward Jacobson, serta pertimbangan strategis.

AS saat itu mulai melihat Israel sebagai mitra penting dalam menghadapi pengaruh Uni Soviet di awal Perang Dingin.

Berikut sejumlah alasan yang menjelaskan mengapa AS selalu setia mendukung Israel:

1. Kepentingan Geopolitik AS di Timur Tengah

Setelah Perang Dunia II, Timur Tengah menjadi ajang persaingan kekuatan global karena kekayaan minyak dan jalur strategis seperti Terusan Suez. Uni Soviet mulai mendukung negara-negara Arab seperti Mesir dan Suriah, sementara AS mencari sekutu untuk menahan pengaruh Soviet. 

Dalam konteks ini, Israel dinilai sebagai mitra strategis dengan kekuatan militer yang mumpuni. Meski begitu, hubungan AS–Israel tidak selalu mulus. 

Saat Perang Yom Kippur 1973, AS sempat ragu sebelum akhirnya memberikan bantuan besar kepada Israel. Kemenangan Israel kemudian dimanfaatkan AS untuk menekan pengaruh Soviet dan mendorong perjanjian damai Israel-Mesir tahun 1979, yang menjadikan Mesir negara Arab pertama yang mengakui Israel dan memperkuat posisi AS di kawasan.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut