Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News! Filipina Diterjang Topan Kalmaegi Ratusan orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Ibu Hamil di Kupang Dievakuasi Lewati Banjir Bandang Untuk Bersalin

Kamis, 14 Maret 2024 | 15:50 WIB
  • author Ponsius Econg, Evan Payong
Heboh Ibu Hamil di Kupang Dievakuasi Lewati Banjir Bandang Untuk Bersalin
Dramatis Evakuasi ibu hamil melewati derasnya banjir di Kabupaten Kupang dalam perjalanannya menuju rumah sakit, Rabu (13/3/2024). foto Istimewa.

KUPANG, iNewsBelu.id  - Evakuasi penuh dramatis melewati derasnya banjir dirasakan seorang ibu hamil (bumil) di Kabupaten Kupang dalam perjalanannya menuju rumah sakit, Rabu (13/3/2024).

Perempuan yang hendak bersalin tersebut diketahui bernama Aplonia Mona. Dirinya berasal dari Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semmy Tinenty mengatakan, evakuasi itu dilakukan di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur saat ibu hamil itu hendak melintasi Sungai Batu Merah.

"Tadi tim gabungan mengevakuasi ibu hamil itu melewati sungai dengan kondisi aliran sungai yang deras," ungkap Tinenty, Rabu (13/3/2024).

Adapun proses evakuasi, kata Tinenty, dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari unsur personel TNI, BPBD Kabupaten Kupang dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta warga setempat.

Tinenty menyampaikan hal ini mengkonfirmasi video yang beredar di grup media sosial, yang memperlihatkan seorang ibu hamil dievakuasi sedemikian dramatis melewati aliran deras sungai dengan perahu karet.

Tampak ibu hamil itu ditempatkan di dalam perahu karet beralaskan kasur dan bantal. Sementara itu, Tim gabungan terus mengarahkan perahu ke seberang sambil berusaha menahannya dari terjangan arus.

Dia mengatakan, bumil yang hendak melahirkan tersebut dirujuk dari Puskesmas Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang ke Rumah Sakit (RS) Dedari, Kota Kupang.

Evakuasi seperti ini, ujarnya, terpaksa dilakukan Tim Gabungan menyikapi ketiadaan jembatan penyeberangan. Pasalnya, jembatan di lokasi itu sudah terputus saat sungai Batu Merah meluap pada Desember 2022 lalu.

"Semoga jembatan tersebut bisa dibangun kembali sehingga di musim hujan seperti saat ini warga bisa melintas dengan aman," tutupnya berharap.

Editor: Stefanus Dile Payong

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut