Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Mentan Panen Raya Jagung di NTT

Eman Suni
.
Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:37 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri panen raya jagung di Desa Baumata, Kecamatan Tabenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG, iNews, id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri panen raya jagung di Desa Baumata, Kecamatan Tabenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini merupakan panen raya musim tanam 2 yang masuk kedalam program gerakan tanam jagung panen sapi (TJPS). Adapun luas lahan yang akan dipanen ini kurang lebih mencapai 891
 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.

"Yang jelas, pemerintah menargetkan 17,02 juta ton pipilan kering yang tersebar di 4,2 juta hektare. Karena itu produksinya harus terus digenjot untuk memenuhi kebutuhannya bahan utama pakan ternak," ujar Mentan, Minggu (17/10/2021).


Mentan memperkirakan kebutuhan jagung pada tahun 2021 mencapai 14,37 juta ton yang dibagi untuk kebutuhan rumah tangga, industri pakan, industri pangan, dan benih. Sehingga, pada akhir Desember mendatang, Indonesia masih bisa surplus sebesar 2,86 juta ton pipilan kering.


"Provinsi NTT sendiri memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan jagung. Kabupaten Kupang sebagai salah satu sentra yang mendukung ketersediaan jagung. Seperti kita lihat sekarang di Desa Baumata hamparannya mencapai 150 hektare dengan provitas mencapai 5,5 ton per hektare," katanya.


Sesuai perintah Presiden, Mentan memastikan produksi jagung akan terus bertambah setiap tahunya. Bahkan ia memastikan stok dan ketersediaannya dalam kondisi aman dan terkendali dengan cara turun langsung mendampingi petani di lapangan.


"Kami akan terus menggenjot produksi jagung khususnya untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional. Maka dari itu saya minta agar semua pihak termasuk perusahaan pakan untuk melakukan penyerapan jagung dari petani lokal secara maksimal," uangkapnya.

Mentan meminta para petani terus berproduksi, meski dalam prosesnya kerap kali mendapatkan kendala. Salah satunya adalah serangan hama serangga. Karena itu, Mentan berharap para petani mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi.


"Di mana saja ada komoditi yang ditumbuhkan, maka di situlah ada belalang. Dan ini mejadi bagian-bagian yang harus kita buktikan dan kita tidak boleh kalah. Dari pada kita takut sama belalang kan akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa juga," katanya.


Sementara itu, Bupati Kupang Corinus Masneno mengapresiasi perhatian besar jajaran Kemtan terhadap pembangunan pertanian di wilayah kerjanya. Ia berharap, kehadiran Mentan mampu menambah semangat petani dalam melakukan produksi.


"Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri atas kebaikan dan ketulusan bapak bisa sampai di Kupang dan bertemu dengan mereka yang kecil-kecil yang pekerjaannya adalah petani dan peternak. Sekali lagi terima kasih," ujarnya.

Editor : Stefanus Dile Payong
Bagikan Artikel Ini