CARACAS, iNewsBelu.id - Korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah secara drastis. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya korban gempa 920 orang dinyatakan meninggal dunia dan 3.360 lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga kuat masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Gempa Venezuela berkekuatan hingga magnitudo 7,5 yang mengguncang pada Rabu (24/6/2026) lalu tercatat sebagai salah satu guncangan tektonik terkuat yang melanda Venezuela dalam hampir satu abad terakhir. Kekuatan gempa yang masif merobohkan puluhan bangunan besar, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas publik di wilayah utara negara tersebut, termasuk ibu kota Caracas. Wilayah La Guaira yang berada di utara Caracas menjadi daerah dengan dampak kerusakan terparah, di mana kawasan ini merupakan lokasi pelabuhan utama serta Bandara Internasional Simón Bolívar.
Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodríguez, mengonfirmasi bahwa selain angka kematian yang telah menyentuh 920 orang, sedikitnya 172 orang diperkirakan masih terjebak di dalam reruntuhan beton. Meski demikian, titik terang mulai muncul di La Guaira setelah tim penyelamat berhasil mengevakuasi sedikitnya 243 orang dalam keadaan selamat. Proses pencarian ini juga mendapat bantuan dari ratusan petugas penyelamat internasional yang telah tiba di lokasi bencana.
Perjuangan di Tengah Ratusan Gempa Susulan
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menyampaikan bahwa setiap nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan mukjizat dan harapan besar bagi keluarga korban. Namun, ia tidak menampik bahwa proses evakuasi di lapangan berjalan sangat berat akibat faktor alam yang tidak mendukung.
"Puluhan orang telah diselamatkan dalam keadaan hidup. Hal itu memberi kami sukacita karena mereka dapat kembali memeluk keluarga dan orang-orang terkasih," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional.
Delcy Rodríguez mengungkapkan bahwa sejak gempa utama terjadi, wilayahnya telah dihantam sedikitnya 214 gempa susulan yang terus menggoyang struktur bangunan yang sudah rapuh, sehingga sangat membahayakan keselamatan tim penolong.
Di tengah situasi darurat tersebut, ketegangan dan rasa harap-harap cemas menyelimuti para keluarga korban. Salah satunya adalah Natacha Diaz, seorang ibu yang setia menunggu kabar di dekat reruntuhan pusat perbelanjaan. Dua putrinya yang berusia 22 dan 23 tahun masih tertimbun di toko kosmetik tempat mereka bekerja sebagai ahli manikur. Diaz terus berdoa agar kedua buah hatinya bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Editor : Stefanus Dile Payong
Artikel Terkait
